Hikmah Teladan

Hikmah Teladan Umat Islam

  • Home
  • Sitemap
  • Pasang Iklan
Beranda » Islam » Surat Al-'Alaq Lengkap 19 Ayat: Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir & Asbabun Nuzul Wahyu Pertama [UPDATE 2026]

Surat Al-'Alaq Lengkap 19 Ayat: Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir & Asbabun Nuzul Wahyu Pertama [UPDATE 2026]

Setiap Muslim pasti pernah mendengar kata "Iqra'" — bacalah. Tapi berapa banyak yang tahu bahwa ini adalah perintah pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ?
Surat Al-'Alaq (atau Al-'Alaq) adalah surat ke-96 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 19 ayat. Lima ayat pertamanya (ayat 1-5) adalah wahyu pertama yang turun di Gua Hira, menandai dimulainya kenabian Muhammad ﷺ.
Ilustrasi Gua Hira dengan cahaya ilahi yang turun, menggambarkan momen wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril.
"Iqra' — Bacalah! Perintah pertama yang mengubah dunia. 📖✨"
Artikel ini akan membahas Surat Al-'Alaq secara lengkap: teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir mendalam, asbabun nuzul (sebab turunnya wahyu), dan pelajaran praktis untuk kehidupan kita di zaman modern.

📖 Teks Arab, Latin, dan Terjemahan Lengkap (19 Ayat)

Ayat 1-5: Wahyu Pertama yang Turun di Gua Hira

Ayat 1:
Arab:
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ
Latin:
Iqra' bismi rabbikallażī khalaq.
Terjemahan:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."

Ayat 2:
Arab:
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ
Latin:
Khalaqal-insāna min 'alaq.
Terjemahan:
"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."

Ayat 3:
Arab:
ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ
Latin:
Iqra' wa rabbukal-akram.
Terjemahan:
"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia."

Ayat 4:
Arab:
ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ
Latin:
Allażī 'allama bil-qalam.
Terjemahan:
"Yang mengajar (manusia) dengan pena."

Ayat 5:
Arab:
عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ
Latin:
Allamal-insāna mā lam ya'lam.
Terjemahan:
"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Ayat 6-19: Peringatan terhadap Sifat Sombong Manusia

Ayat 6:
Arab:
كَلَّآ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَيَطۡغَىٰٓ
Latin:
Kallā innal-insāna layaṭghā.
Terjemahan:
"Ketahuilah! Sungguh, manusia benar-benar melampaui batas."

Ayat 7:
Arab:
أَن رَّءَاهُ ٱسۡتَغۡنَىٰٓ
Latin:
Ar ra'āhustaghnā.
Terjemahan:
"Karena dia melihat dirinya serba cukup."

Ayat 8:
Arab:
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجۡعَىٰٓ
Latin:
Inna ilā rabbikar-ruj'ā.
Terjemahan:
"Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu)."

Ayat 9:
Arab:
أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي يَنۡهَىٰ
Latin:
A ra'aitallażī yanha.
Terjemahan:
"Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?"

Ayat 10:
Arab:
عَبۡدًا إِذَا صَلَّىٰٓ
Latin:
'Abdan iżā ṣallā.
Terjemahan:
"Seorang hamba ketika dia melaksanakan shalat."

Ayat 11:
Arab:
أَرَءَيۡتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلۡهُدَىٰٓ
Latin:
A ra'aita in kāna 'alal-hudā.
Terjemahan:
"Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang) berada di atas kebenaran (hidayah)."

Ayat 12:
Arab:
أَوۡ أَمَرَ بِٱلتَّقۡوَىٰ
Latin:
Aw amara bit-taqwā.
Terjemahan:
"Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)."

Ayat 13:
Arab:
أَرَءَيۡتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ
Latin:
A ra'aita in każżaba wa tawallā.
Terjemahan:
"Bagaimana pendapatmu jika dia mendustakan dan berpaling?"

Ayat 14:
Arab:
أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ
Latin:
A lam ya'lam bi annallāha yarā.
Terjemahan:
"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?"

Ayat 15:
Arab:
كَلَّا لَئِن لَّمۡ يَنتَهِ لَنَسۡفَعَۢ بِٱلنَّاصِيَةِ
Latin:
Kallā la'illam yantahi lanasfa'am bin-nāṣiyah.
Terjemahan:
"Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya."

Ayat 16:
Arab:
نَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
Latin:
Nāṣiyatin kāżibatin khāṭi'ah.
Terjemahan:
"(Yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka."

Ayat 17:
Arab:
فَلۡيَدۡعُ نَادِيَهُ
Latin:
Falyad'u nādiyah.
Terjemahan:
"Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya)."

Ayat 18:
Arab:
سَنَدۡعُ ٱلزَّبَانِيَةَ
Latin:
Sanad'uz-zabāniyah.
Terjemahan:
"Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah (untuk menyiksanya)."

Ayat 19:
Arab:
كَلَّا لَا تُطِعۡهُ وَٱسۡجُدۡ وَٱقۡتَرِب۩ۖ
Latin:
Kallā lā tuṭi'hu wasjud waqtarib.
Terjemahan:
"Ketahuilah, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)."

🔍 Tafsir Lengkap

Tafsir Ayat 1-5: Wahyu Pertama

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan." (Ayat 1)
Ini adalah perintah pertama dari Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ. Kata "iqra'" (bacalah) bukan sekadar perintah membaca teks, tapi juga membaca tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, membaca diri sendiri, dan membaca kehidupan.
Perintah ini diawali dengan "bismi rabbika" (dengan nama Tuhanmu), yang menunjukkan bahwa setiap aktivitas ilmu harus dimulai dengan menyebut nama Allah. Ilmu tanpa Allah akan menjadi sombong dan menyesatkan.
"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." (Ayat 2)
Allah mengingatkan bahwa manusia berasal dari 'alaq (segumpal darah yang menggantung di rahim). Ini menunjukkan kerendahan asal-usul manusia — kita bukan makhluk yang hebat dari awalnya. Kita diciptakan dari sesuatu yang sangat sederhana.
"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia." (Ayat 3)
Perintah "iqra'" diulang untuk kedua kalinya, menunjukkan pentingnya membaca dan menuntut ilmu. Dan diiringi dengan penegasan bahwa Allah-lah Yang Maha Mulia — sumber segala ilmu dan kemuliaan.
"Yang mengajar (manusia) dengan pena." (Ayat 4)
Pena adalah simbol ilmu pengetahuan dan peradaban. Allah mengajarkan manusia melalui tulisan, catatan, dan dokumentasi. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai ilmu tertulis dan tradisi literasi.
"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (Ayat 5)
Ini adalah pengakuan bahwa segala ilmu berasal dari Allah. Manusia tidak tahu apa-apa sampai Allah mengajarkannya. Ini mengajarkan kita untuk rendah hati dalam menuntut ilmu — jangan sombong dengan ilmu yang kita punya, karena itu semua dari Allah.

Tafsir Ayat 6-19: Peringatan terhadap Sombong

"Ketahuilah! Sungguh, manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup." (Ayat 6-7)
Ini adalah peringatan keras terhadap sifat sombong manusia. Ketika manusia merasa cukup, kaya, atau berkuasa, mereka cenderung melampaui batas — lupa Allah, lupa akhirat, dan lupa bahwa semua yang mereka punya adalah titipan.
"Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu)." (Ayat 8)
Ini adalah pengingat bahwa sebesar apa pun kekuasaan atau kekayaan manusia di dunia, semua akan kembali kepada Allah. Tidak ada yang abadi di dunia ini.
Ayat 9-19: Kisah Abu Jahal yang Melarang Nabi Shalat
Ayat-ayat ini turun terkait Abu Jahal, paman Nabi Muhammad ﷺ yang menjadi musuh terbesarnya. Abu Jahal pernah melarang Nabi shalat di dekat Ka'bah dan mengancam akan menginjak leher Nabi jika beliau tetap shalat.
Allah merespons dengan keras:
  • "Bagaimana pendapatmu jika dia (Nabi) berada di atas kebenaran?" (Ayat 11-12) — Abu Jahal yang sebenarnya salah, bukan Nabi
  • "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat?" (Ayat 14) — Ancaman bahwa Allah melihat semua perbuatannya
  • "Niscaya Kami tarik ubun-ubunnya" (Ayat 15) — Ancaman siksa yang keras
  • "Maka biarlah dia memanggil golongannya" (Ayat 17) — Tantangan untuk memanggil sekutu-sekutunya
  • "Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah" (Ayat 18) — Malaikat penyiksa yang jauh lebih kuat
Ayat terakhir (19) adalah perintah kepada Nabi:
"Ketahuilah, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)."
Ini mengajarkan kita untuk tidak takut kepada manusia yang melarang kita beribadah, dan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah melalui sujud (shalat).

📜 Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Wahyu)

Wahyu Pertama (Ayat 1-5):

Peristiwa ini terjadi di Gua Hira, sebuah gua di Jabal Nur (Gunung Cahaya), sekitar 3 km dari Mekkah.
Nabi Muhammad ﷺ sering berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira selama beberapa hari sebelum masa kenabian. Beliau merenungkan keadaan masyarakat Arab yang jahiliyah dan mencari kebenaran.
Suatu malam di bulan Ramadan (tahun 610 M), ketika Nabi sedang berada di Gua Hira, Malaikat Jibril datang dalam wujud manusia dan berkata: "Iqra'!" (Bacalah!)
Nabi menjawab: "Mā anā bi qāri'" (Aku tidak bisa membaca).
Jibril memeluk Nabi dengan erat sampai Nabi merasa sesak, lalu melepaskannya dan berkata lagi: "Iqra'!"
Nabi menjawab lagi: "Mā anā bi qāri'" (Aku tidak bisa membaca).
Jibril memeluk Nabi untuk kedua kalinya dengan erat, lalu melepaskannya dan berkata: "Iqra'!"
Nabi menjawab untuk ketiga kalinya: "Mā anā bi qāri'" (Aku tidak bisa membaca).
Maka Jibril membacakan 5 ayat pertama Surat Al-'Alaq:
  1. Iqra' bismi rabbikallażī khalaq
  2. Khalaqal-insāna min 'alaq
  3. Iqra' wa rabbukal-akram
  4. Allażī 'allama bil-qalam
  5. Allamal-insāna mā lam ya'lam
Setelah itu, Nabi Muhammad ﷺ turun dari Gua Hira dengan gemetar dan pulang ke rumah istrinya, Khadijah. Beliau berkata: "Zammilūnī, zammilūnī!" (Selimuti aku, selimuti aku!)
Khadijah menyelimuti beliau dan menenangkan hatinya. Lalu Khadijah membawa Nabi kepada Waraqah bin Naufal, sepupu Khadijah yang seorang Nasrani dan mengenal kitab-kitab suci.
Waraqah berkata: "Ini adalah Namus (Jibril) yang pernah datang kepada Musa. Alangkah baiknya kalau aku masih muda dan hidup saat kaummu mengusirmu."
Nabi bertanya: "Apakah mereka akan mengusirku?"
Waraqah menjawab: "Ya. Tidak ada seorang pun yang datang membawa seperti yang engkau bawa ini melainkan akan dimusuhi. Jika aku masih hidup saat itu, aku akan menolongmu dengan sekuat tenaga."
Tidak lama setelah itu, Waraqah meninggal, dan wahyu terhenti sementara (masa fatrah) sebelum turun lagi.

Wahyu Kedua (Ayat 6-19):

Ayat-ayat ini turun beberapa waktu kemudian, terkait Abu Jahal yang melarang Nabi Muhammad ﷺ shalat di dekat Ka'bah.
Abu Jahal pernah berkata kepada Nabi: "Wahai Muhammad, jika aku melihatmu shalat di dekat Ka'bah, aku akan menginjak lehermu!"
Maka Allah menurunkan ayat-ayat ini sebagai peringatan keras kepada Abu Jahal dan dukungan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

💡 7 Pelajaran Penting dari Surat Al-'Alaq

1. Ilmu adalah Fondasi Islam

Perintah pertama Allah bukan "shalatlah" atau "puasalah", tapi "bacalah". Ini menunjukkan bahwa Islam dibangun di atas ilmu. Tanpa ilmu, ibadah bisa salah arah. Tanpa ilmu, kita bisa tersesat.
Pelajaran praktis: Jangan malas menuntut ilmu. Baca buku, ikuti kajian, belajar dari orang-orang yang lebih berilmu. Dan yang terpenting: mulailah dengan menyebut nama Allah.

2. Rendah Hati dalam Menuntut Ilmu

Allah mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari 'alaq (segumpal darah). Ini mengajarkan kita untuk rendah hati — kita bukan siapa-siapa tanpa Allah. Ilmu yang kita punya bukan karena kehebatan kita, tapi karena Allah mengajarkannya.
Pelajaran praktis: Jangan sombong dengan ilmu yang kita punya. Ingatlah bahwa semua ilmu berasal dari Allah. Dan teruslah belajar, karena ilmu tidak ada batasnya.

3. Pentingnya Literasi dan Tulisan

Allah menyebut "pena" sebagai alat pengajaran. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai tradisi menulis dan literasi. Ilmu yang tidak ditulis akan mudah hilang. Ilmu yang ditulis akan abadi.
Pelajaran praktis: Catat ilmu yang kita pelajari. Tulis jurnal, buat catatan, atau tulis artikel. Dengan menulis, kita tidak hanya mengingat ilmu, tapi juga membagikannya kepada orang lain.

4. Bahaya Sifat Sombong

Ayat 6-7 memperingatkan bahwa manusia cenderung melampaui batas ketika merasa cukup. Kekayaan, kekuasaan, atau ilmu bisa membuat kita sombong dan lupa Allah.
Pelajaran praktis: Selalu ingat bahwa semua yang kita punya adalah titipan Allah. Jangan sombong dengan harta, jabatan, atau ilmu. Dan selalu bersyukur kepada Allah.

5. Jangan Takut kepada Manusia

Ayat 19 mengajarkan kita untuk tidak patuh kepada manusia yang melarang kita beribadah kepada Allah. Abu Jahal melarang Nabi shalat, tapi Allah menyuruh Nabi untuk tetap sujud dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Pelajaran praktis: Jangan takut kepada manusia yang melarang kita berbuat baik. Selama itu perintah Allah, lakukanlah — meskipun orang lain tidak suka.

6. Allah Selalu Melihat

Ayat 14 mengingatkan: "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat?" Ini adalah pengingat bahwa tidak ada yang tersembunyi dari Allah. Semua perbuatan kita, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, semuanya dicatat.
Pelajaran praktis: Selalu sadar bahwa Allah melihat kita. Ini akan membuat kita lebih hati-hati dalam berbuat dan lebih rajin dalam beribadah.

7. Sujud adalah Cara Mendekat kepada Allah

Ayat terakhir menyuruh kita untuk "sujud dan dekatkanlah dirimu kepada Tuhan". Sujud (dalam shalat) adalah posisi terdekat hamba dengan Tuhannya. Dalam sujud, kita merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Allah.
Pelajaran praktis: Perbanyak sujud. Perbanyak shalat. Dan perpanjang sujud dalam shalat — karena di situlah kita paling dekat dengan Allah.

💭 Renungan Penjaga Warung

Sebagai penjaga warung, saya sering melihat orang yang merasa cukup lalu menjadi sombong. Ada pelanggan yang dulu sederhana, tapi setelah usahanya sukses, dia jadi sombong — tidak mau menyapa orang lain, tidak mau sedekah, dan jarang ke masjid.
Dan saya juga melihat orang yang terus belajar meski sudah tua. Ada kakek-kakek yang setiap hari baca buku, ikut pengajian, dan tidak pernah merasa "sudah cukup" ilmunya.
Surat Al-'Alaq mengingatkan saya: jangan pernah merasa cukup. Jangan sombong dengan apa yang kita punya. Dan jangan pernah berhenti belajar.
Perintah pertama Allah bukan "kumpulkan harta" atau "raih kekuasaan", tapi "bacalah". Ini menunjukkan bahwa ilmu adalah kunci kebahagiaan — di dunia dan di akhirat.
Dan satu hal lagi yang saya pelajari: mulailah segala sesuatu dengan menyebut nama Allah. Sebelum makan, sebelum kerja, sebelum belajar — ucapkan "Bismillah". Karena tanpa Allah, semua yang kita lakukan akan sia-sia.

💡 Penutup: Bacalah, dan Mulailah dengan Nama Allah

Surat Al-'Alaq mengajarkan kita satu hal penting: ilmu adalah fondasi hidup.
Tanpa ilmu, kita tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah. Tanpa ilmu, ibadah kita bisa salah arah. Tanpa ilmu, kita bisa tersesat di jalan yang salah.
Maka bacalah. Baca Al-Qur'an. Baca buku. Baca tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Baca diri sendiri.
Dan yang terpenting: mulailah dengan menyebut nama Allah. Karena semua ilmu berasal dari-Nya, dan semua kemuliaan datang dari-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang terus belajar, yang rendah hati dalam menuntut ilmu, dan yang selalu mengingat-Nya dalam setiap langkah. 📖✨
Salah satu surat yang terkenal di Al Qur'an selain surat Al Fatehah dan An-nas. Ada peringatan yang ditujukan kepada manusia sehingga Allah SWT menyebutnya demikian, Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.




Surat Al 'Alaq dan artinya


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ١

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ٢

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ ٣

3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ٤

4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],

[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.

عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ٥

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

كَلا إِنَّ الإنْسَانَ لَيَطْغَى ٦

6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى ٧

7. karena Dia melihat dirinya serba cukup.

إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى ٨

8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى ٩

9. bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

عَبْدًا إِذَا صَلَّى ١٠

10. seorang hamba ketika mengerjakan shalat[1590],

[1590] Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah Abu Jahal, yang dilarang itu ialah Rasulullah sendiri. akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. kemudian Rasulullah mengatakan: "Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti Dia akan dibinasakan oleh Malaikat".

أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَى ١١

11. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,

أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى ١٢

12. atau Dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى ١٣

13. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى ١٤

14. tidaklah Dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

كَلا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ ١٥

15. ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[1591],

[1591] Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ ١٦

16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ ١٧

17. Maka Biarlah Dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ ١٨

18. kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah[1592],

[1592] Malaikat Zabaniyah ialah Malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam neraka.

كَلا لا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ١٩

19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).


🙏 Catatan Rendah Hati dari Admin: Tafsir dalam artikel ini dirangkum dari kitab tafsir terpercaya, termasuk Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Muyassar. Kisah asbabun nuzul diambil dari sirah nabawiyah yang shahih. Admin blog ini bukan ulama dan bukan ahli tafsir — hanya penjaga warung yang belajar dari kitab-kitab para ulama. Jika ada kekeliruan dalam penulisan atau interpretasi, mohon koreksi lembut di kolom komentar. Matur nuwun!

📖 KAMUS KECIL

  • 'Alaq — Segumpal darah yang menggantung di rahim (tahap awal perkembangan janin)
  • Iqra' — Bacalah (dari kata qara'a = membaca)
  • Qalam — Pena, alat tulis
  • Nāṣiyah — Ubun-ubun, bagian depan kepala
  • Zabāniyah — Malaikat-malaikat penyiksa di neraka
  • Fatrah — Masa terhentinya wahyu sementara waktu
Tweet

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Hikmah Teladan. Berlangganan melalui email sekarang juga:

Artikel keren lainnya:

Ditulis oleh Violia Sagita pada tanggal Jumat, 03 Februari 2012
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda

Postingan Populer

  • Surat Al-Jumu'ah Ayat 9-10: Teks Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir Lengkap & Asbabun Nuzul [UPDATE 2026]
  • Surat Al-'Alaq Lengkap 19 Ayat: Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir & Asbabun Nuzul Wahyu Pertama [UPDATE 2026]
  • Surat Al-'Ashr Lengkap: Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir & 4 Kunci Agar Tidak Merugi [UPDATE 2026]
  • Surat Al-Zalzalah Lengkap 8 Ayat: Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir & Gambaran Dahsyat Hari Kiamat [UPDATE 2026]
  • Surat At-Tiin Lengkap 8 Ayat: Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir & Rahasia Penciptaan Manusia [UPDATE 2026]

Label

Hikmah Islam Nabi Sahabat

Teman Hikmah Teladan

  • Jangka Jawa
  • Kejawen Wetan
  • Obat Sakit 2011
  • Ponsel HP
  • Ruana Sagita
  • Tahtadun
  • Uswah Islam
  • violia sagita blog
Copyright © 2026 Hikmah Teladan - Powered by Blogger
Template by Mas Sugeng - Versi Seluler