Rabu, 27 Maret 2013

Surat Al-Jumu'ah Ayat 9-10: Teks Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir Lengkap & Asbabun Nuzul [UPDATE 2026]

Setiap Jumat, jutaan Muslim di seluruh dunia mendengar ayat-ayat ini dibacakan dalam khutbah. Tapi berapa banyak yang benar-benar memahami maknanya?
Surat Al-Jumu'ah ayat 9-10 bukan sekadar perintah shalat Jumat. Di dalamnya ada pelajaran mendalam tentang keseimbangan antara dunia dan akhirat — antara ibadah dan kerja, antara masjid dan pasar, antara Allah dan rezeki.
Ilustrasi masjid dengan jamaah sedang shalat Jumat, menggambarkan suasana kekhusyukan dan keseimbangan antara ibadah dan aktivitas dunia.
"Apabila diseru untuk shalat Jumat, bersegeralah kepada mengingat Allah. 🕌"
Artikel ini akan membahas kedua ayat ini secara lengkap: teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), dan pelajaran praktis untuk kehidupan kita sehari-hari.

📖 Teks Arab, Latin, dan Terjemahan

Ayat 9:

Arab:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٌ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Latin:
Yā ayyuhallażīna āmanū iżā nūdiya liṣ-ṣalāti miy yaumil-jumu'ati fas'aw ilā żikrillāhi wa żarul-bai', żālikum khairul lakum in kuntum ta'lamūn.
Terjemahan:
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."
tafsirweb.com

Ayat 10:

Arab:
فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Latin:
Fa iżā quḍiyatiṣ-ṣalātu fantaširū fil-arḍi wabtagū min faḍlillāhiważ kurullāha kaṡīral la'allakum tufliḥūn.
Terjemahan:
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
tafsirweb.com

🔍 Tafsir Lengkap

Tafsir Ayat 9:

"Wahai orang-orang yang beriman!" Ayat ini khusus ditujukan kepada orang-orang beriman, bukan kepada semua manusia. Ini menunjukkan bahwa shalat Jumat adalah kewajiban bagi orang beriman (khususnya laki-laki dewasa).
ibnuumar.sch.id
"Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at" Yang dimaksud "seruan" di sini adalah adzan pertama shalat Jumat. Saat adzan berkumandang, semua aktivitas duniawi harus dihentikan.
tafsir.learn-quran.co
"Maka segeralah kamu mengingat Allah" Kata "segeralah" (fas'aw) bukan berarti lari terburu-buru, tapi bersegera dengan sungguh-sungguh menuju shalat. Ini menunjukkan pentingnya memprioritaskan ibadah di atas segalanya.
ibnuumar.sch.id
"Dan tinggalkanlah jual beli" Ini adalah larangan tegas untuk melakukan transaksi jual beli saat waktu shalat Jumat. Ulama sepakat bahwa jual beli saat adzan Jumat hukumnya haram (dosa), bukan sekadar makruh.
jurnal.iainambon.ac.id
"Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui" Allah menegaskan bahwa meninggalkan dunia untuk shalat adalah lebih baik daripada mengejar keuntungan duniawi. Ini adalah ujian iman: apakah kita lebih mencintai dunia atau akhirat?
tafsir.learn-quran.co

Tafsir Ayat 10:

"Apabila telah ditunaikan shalat" Setelah shalat Jumat selesai (termasuk khutbah dan shalat dua rakaat), maka larangan beraktivitas duniawi berakhir.
tafsirweb.com
"Maka bertebaranlah kamu di muka bumi" Kata "bertebaranlah" (fantaširū) menunjukkan kebebasan dan keleluasaan. Setelah ibadah selesai, kita boleh dan bahkan diperintahkan untuk kembali beraktivitas.
tafsirweb.com
"Dan carilah karunia Allah" Ini adalah perintah untuk bekerja dan berusaha. Islam tidak mengajarkan kita untuk terus-menerus di masjid dan meninggalkan dunia. Setelah ibadah, kita harus kembali bekerja mencari rezeki.
www.facebook.com
"Dan ingatlah Allah banyak-banyak" Meski sudah kembali beraktivitas, kita tidak boleh lupa Allah. Dzikir dan mengingat Allah harus terus dilakukan, bahkan saat bekerja.
tafsirweb.com
"Supaya kamu beruntung" Keuntungan sejati adalah ketika kita bisa menyeimbangkan dunia dan akhirat — shalat tepat waktu, kerja sungguh-sungguh, dan tetap ingat Allah di mana pun.
tafsirweb.com

📜 Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Ayat-ayat ini turun karena sebuah peristiwa nyata di zaman Rasulullah ﷺ.
Suatu hari Jumat, Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah di masjid Madinah. Tiba-tiba, datanglah kafilah pedagang dari Syam (Suriah) yang dipimpin oleh Dihyah al-Kalbi, membawa barang dagangan dan makanan.
tafsiralquran.id
Para pedagang itu berteriak-teriak mengumumkan kedatangan mereka. Mendengar itu, banyak jamaah shalat Jumat yang langsung meninggalkan masjid dan berlari menuju pasar untuk berdagang atau membeli barang.
id.scribd.com
Hanya 12 orang yang tetap tinggal bersama Rasulullah ﷺ, termasuk Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
id.scribd.com
Rasulullah ﷺ bersabda (yang artinya):
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika kalian semua pergi meninggalkan shalat Jumat, niscaya Allah akan menurunkan api dari langit yang membakar kalian di pasar-pasar kalian."
id.scribd.com
Maka turunlah ayat 9-11 Surat Al-Jumu'ah yang menegaskan pentingnya shalat Jumat dan melarang meninggalkan ibadah demi urusan dunia.
brainly.co.id

💡 5 Pelajaran Penting dari Ayat 9-10

1. Prioritas Ibadah di Atas Dunia

Ayat 9 mengajarkan kita untuk memprioritaskan ibadah di atas segalanya. Saat adzan berkumandang, tidak ada alasan untuk menunda — bahkan untuk urusan bisnis yang menjanjikan keuntungan besar.
Pelajaran praktis: Kalau adzan sudah berkumandang, tinggalkan semua aktivitas. Shalat dulu, urusan dunia nanti.

2. Larangan Jual Beli Saat Shalat Jumat

Ini adalah hukum fiqih yang penting: jual beli saat waktu shalat Jumat (setelah adzan) adalah haram. Transaksi yang dilakukan saat itu dianggap tidak sah oleh sebagian ulama.
jurnal.iainambon.ac.id
Pelajaran praktis: Kalau kamu pedagang, tutup tokomu saat adzan Jumat. Jangan sampai rezeki yang kamu dapat dari transaksi saat itu jadi haram.

3. Islam Mendorong Bekerja dan Berusaha

Ayat 10 menunjukkan bahwa Islam tidak anti-dunia. Setelah ibadah selesai, kita justru diperintahkan untuk kembali bekerja dan mencari karunia Allah.
Pelajaran praktis: Jangan jadi orang yang malas bekerja dengan alasan "fokus ibadah". Islam mengajarkan keseimbangan: shalat tepat waktu, kerja sungguh-sungguh.

4. Ingat Allah di Mana Pun

Meski sudah kembali beraktivitas, kita harus tetap ingat Allah. Dzikir, doa, dan kesadaran akan kehadiran Allah harus terus ada, bahkan saat kita sedang bekerja di pasar, kantor, atau sawah.
Pelajaran praktis: Basahi lidah dengan dzikir saat bekerja. "La ilaha illallah", "Subhanallah", "Alhamdulillah" — ucapkan sebanyak mungkin.

5. Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Inilah inti dari kedua ayat ini: keseimbangan. Jangan terlalu sibuk dunia sampai lupa ibadah. Jangan terlalu sibuk ibadah sampai lupa dunia.
Pelajaran praktis: Buat jadwal yang seimbang. Shalat 5 waktu tepat waktu, kerja 8 jam sehari, waktu untuk keluarga, dan waktu untuk diri sendiri.

💭 Renungan Penjaga Warung

Sebagai penjaga warung, saya sering melihat orang yang terlalu sibuk dunia sampai lupa shalat. Ada pelanggan yang bilang: "Nanti aja shalatnya, Mas, lagi rame nih." Atau: "Shalatnya di rumah aja, biar cepet."
Tapi saya juga melihat orang yang terlalu sibuk ibadah sampai lupa kerja. Ada yang seharian di masjid, tapi keluarganya kelaparan di rumah.
Kedua-duanya salah.
Ayat 9-10 Surat Al-Jumu'ah mengajarkan kita jalan tengah:
  • Saat adzan, tinggalkan warung dan pergi ke masjid
  • Setelah shalat, kembali ke warung dan berdagang dengan sungguh-sungguh
  • Tapi sambil berdagang, tetap ingat Allah dengan dzikir dan doa
Ini adalah keseimbangan yang indah. Islam tidak menyuruh kita jadi biarawan yang meninggalkan dunia. Islam juga tidak menyuruh kita jadi pengusaha serakah yang lupa Tuhan.
Islam menyuruh kita jadi manusia seutuhnya — yang shalat tepat waktu, kerja sungguh-sungguh, dan tetap ingat Allah di mana pun.

📖 Kisah Inspiratif: Abdurrahman bin Auf

Kalau ada yang bertanya: "Bisakah kita kaya dan tetap taat beribadah?"
Jawabannya: Bisa! Lihatlah Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat Nabi yang terkaya.
Beliau adalah pedagang sukses yang hartanya berlimpah. Tapi beliau juga tidak pernah meninggalkan shalat Jumat. Beliau selalu bersegera ke masjid saat adzan berkumandang, lalu kembali berdagang setelah shalat selesai.
Dan yang lebih mengagumkan: 80% hartanya disedekahkan. Beliau membuktikan bahwa kita bisa kaya, bisa sukses, dan tetap taat kepada Allah.
Pelajaran: Abdurrahman bin Auf adalah contoh nyata dari pengamalan Surat Al-Jumu'ah ayat 9-10 — beribadah dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan mengingat Allah banyak-banyak.

🤲 Amalan Setelah Shalat Jumat

Setelah shalat Jumat selesai, ada beberapa amalan yang dianjurkan:
  1. Berdoa — Waktu setelah shalat Jumat adalah waktu mustajab
  2. Berdzikir — Ucapkan "La ilaha illallah" 100x
  3. Bersedekah — Sedekah di hari Jumat lebih utama
  4. Membaca Al-Kahfi — Kalau belum baca dari malam Jumat
  5. Kembali bekerja — Dengan niat mencari karunia Allah

💡 Penutup: Jadilah Manusia Seimbang

Surat Al-Jumu'ah ayat 9-10 mengajarkan kita satu hal penting: jadilah manusia seimbang.
Jangan jadi orang yang terlalu sibuk dunia sampai lupa akhirat. Jangan jadi orang yang terlalu sibuk akhirat sampai lupa dunia.
Jadilah orang yang:
  • Shalat tepat waktu, kerja sungguh-sungguh
  • Beribadah dengan khusyuk, bekerja dengan profesional
  • Ingat Allah di masjid, ingat Allah di pasar
Karena keuntungan sejati adalah ketika kita bisa mendapatkan dunia dan akhirat sekaligus.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang beruntung — yang bersegera kepada mengingat-Nya, dan yang bertebaran di muka bumi mencari karunia-Nya. 🤍

🙏 Catatan Rendah Hati dari Admin: Tafsir dalam artikel ini dirangkum dari kitab tafsir terpercaya, termasuk Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Muyassar. Admin blog ini bukan ulama dan bukan ahli tafsir — hanya penjaga warung yang belajar dari kitab-kitab para ulama. Jika ada kekeliruan dalam penulisan atau interpretasi, mohon koreksi lembut di kolom komentar. Matur nuwun!

📖 KAMUS KECIL

  • Asbabun Nuzul — Sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur'an
  • Fas'aw — Bersegeralah (dari kata sa'ya = berusaha dengan sungguh-sungguh)
  • Fantaširū — Bertebaranlah (dari kata našara = menyebar)
  • Faḍl — Karunia, anugerah dari Allah
  • Tufliḥūn — Kamu beruntung (dari kata falāḥ = keberuntungan, kesuksesan)



Ayat inilah yang mewajibkan umat islam laki-laki untuk menjalankan Shalat Jum'at.
Sebagian para ahli tafsir menganggap bahwa 2 ayat inilah yang bisa melanggengkan untuk mencari rezeki di dunia, dalam arti rezekinya nanti tidak akan terputus-putus selalu mengalir terus.

Berikut ayat 9 dan 10 Surat Al-Jumu'ah dan artinya:




Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ٩

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ١٠

Artinya:
9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[a]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
10. apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.



Penjelasan ayat:
[a] Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muazzin telah azan di hari Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.