Hikmah Teladan

Hikmah Teladan Umat Islam

  • Home
  • Sitemap
  • Pasang Iklan
Beranda » Islam » Kisah Cinta Fatimah dan Ali

Kisah Cinta Fatimah dan Ali

Ada rahasia terdalam di hati Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah.

Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.




Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn 'Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka'bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!
Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu

"Allah mengujiku rupanya", begitu batin Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti 'Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara 'Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.




Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; 'Utsman, 'Abdurrahman ibn 'Auf, Thalhah, Zubair, Sa'd ibn Abi Waqqash, Mush'ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti 'Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, 'Abdullah ibn Mas'ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan 'Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

'Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. "Inilah persaudaraan dan cinta", gumam 'Ali.

"Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku."

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

'Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. 'Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah 'Ali dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya 'Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, 'Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, "Aku datang bersama Abu Bakar dan 'Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan 'Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan 'Umar.."

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana 'Umar melakukannya. 'Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

'Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka'bah. "Wahai Quraisy", katanya. "Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang 'Umar di balik bukit ini!" 'Umar adalah lelaki pemberani. 'Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. 'Umar jauh lebih layak. Dan 'Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti
Ia mengambil kesempatan
Itulah keberanian
Atau mempersilakan
Yang ini pengorbanan

Maka 'Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran 'Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti 'Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi'kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya 'Abdurrahman ibn 'Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa'd ibn Mu'adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn 'Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

"Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?", kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. "Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. "

"Aku?", tanyanya tak yakin.

"Ya. Engkau wahai saudaraku!"

"Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?"

"Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!"

'Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

"Engkau pemuda sejati wahai 'Ali!", begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, "Ahlan wa sahlan!" Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

"Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?"

"Entahlah.."

"Apa maksudmu?"

"Menurut kalian apakah 'Ahlan wa Sahlan' berarti sebuah jawaban!"

"Dasar tolol! Tolol!", kata mereka,

"Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !"

Dan 'Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, 'Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

'Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, "Laa fatan illa 'Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!" Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti 'Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada 'Ali, "Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda"




'Ali terkejut dan berkata, "kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?"

Sambil tersenyum Fathimah berkata, "Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu" ini merupakan sisi ROMANTIS dari hubungan mereka berdua.

Kemudian Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut."

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:

"Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak." (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4)


Kisah Romantis ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul "Mencintai sejantan 'Ali"

sumber: Cerita motivasi dan inspirasi
editor: -
Tweet

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Hikmah Teladan. Berlangganan melalui email sekarang juga:

Artikel keren lainnya:

Ditulis oleh Violia Sagita pada tanggal Minggu, 28 September 2014
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda

RSS Feeds Hikmah Teladan

  • RSS Feeds Hikmah Teladan

Postingan Populer

  • Hikmah 10 Muharam (Hari Asyura): Hari Penuh Berkah, Ampunan, dan Pelajaran Abadi
    Sby, Sabtu 11 Juli 2026 - Hikmah Teladan Hari ke-10 bulan Muharram, yang dikenal dengan Hari Asyura , adalah salah satu hari paling istimewa...
  • HIKMAH DI BALIK MISKIN: Pelajaran Hidup yang Tak Ternilai dari Kesederhanaan
    Sby, Sabtu 11 Juli 2026 - Hikmah Teladan Kemiskinan seringkali dipandang sebagai sesuatu yang negatif dan harus dihindari. Namun, di balik k...
  • HIKMAH DARI ZIKIR - Menemukan Kedamaian Hati Melalui Ingat kepada Allah SWT
    Sby, Juli 2026 Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh dengan tekanan dan kecemasan, hati manusia sering kali gelisah dan tidak te...
  • Hikmah Dibalik Iktikaf di Masjid: Transformasi Spiritual yang Mengubah Hidup
    Sby, Kamis 9 Juli 2026 - Hikmah Teladan Iktikaf bukan sekadar tradisi menginap di masjid. Di balik ibadah yang sering dilakukan di 10 hari t...
  • Hikmah Wafat Hari Jumat: Keutamaan dan Tanda Husnul Khotimah
    Sby, Kamis 9 Juli 2026 - Hikmah Teladan Hikmah Wafat Hari Jumat: Keutamaan dan Tanda Husnul Khotimah Hari Jumat merupakan hari yang istimewa...
  • 10 Hikmah Ayat Kursi - Rahasia Kedamaian dan Perlindungan Ilahi dalam Kehidupan Sehari-hari
    Sby, Juli 2026 Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan dan ketidakpastian, manusia senantiasa mencari ketenangan dan perli...
  • Sebutkan 10 Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar
    Sby, Juli 2026 Langsung saja ya temanku, ke arah poinnya tidak usah banyak tulisan melainkan hanya sedikit yang perlu ditulis sebagai pembuk...
  • Tanda-Tanda Wafat Husnul Khatimah: Panduan Lengkap Menurut Islam
    Sby, Jumat 10 Juli 2026 - Hikmah Teladan Setiap Muslim pasti berharap dapat mengakhiri kehidupannya dengan husnul khatimah (akhir yang baik)...
  • Hikmah Salat Berjamaah di Masjid: Membangun Ukhuwah, Meraih Pahala Berlipat
    Sby, Senin 6 Juli 2026 - Hikmah Teladan Salat berjamaah di masjid merupakan salah satu syiar Islam yang sangat dianjurkan. Bagi kaum muslimi...
  • Hikmah Puasa Ayub - Keutamaan, Tata Cara, dan Kisah Inspiratif Nabi Ayub AS
    Hikmah Puasa Ayub: Keutamaan, Tata Cara, dan Kisah Inspiratif Nabi Ayub AS Pendahuluan: Mengenal Puasa Ayub Puasa Ayub merupakan salah satu ...

Arsip Blog

  • ►  2026 (54)
    • ►  Juli (30)
    • ►  Juni (19)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (24)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (10)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (7)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (29)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (11)
  • ▼  2014 (132)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (17)
    • ►  Oktober (27)
    • ▼  September (13)
      • Dalil Larangan Potong Kuku Rambut yang Berkurban
      • Kisah Cinta Fatimah dan Ali
      • 3 Perkara Sambut Bulan Dzulhijjah
      • 6 Adab Memotong Kuku dalam Islam
      • 5 Kiat Atur Waktu agar Ideal Dalam Islam
      • 7 Keutamaan Orang yang Mati Syahid
      • 5 Kelebihan Anak Perempuan Menurut Islam
      • Orang Gemar Bermaksiat Kenapa Bisa Kaya Raya
      • Penjelasan Surat An-Nuur Ayat 22
      • Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi
      • Apa Hukum Mengusap Wajah Setelah Berdoa
      • 5 Resiko Berjilbab
      • FENOMENA “Jilboobs" Kian Menjamur
    • ►  Agustus (19)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (66)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (16)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2012 (44)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (22)
  • ►  2011 (281)
    • ►  Desember (13)
    • ►  November (27)
    • ►  Oktober (22)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (21)
    • ►  Juli (18)
    • ►  Juni (31)
    • ►  Mei (31)
    • ►  April (32)
    • ►  Maret (21)
    • ►  Februari (24)
    • ►  Januari (33)
  • ►  2010 (160)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (25)
    • ►  September (28)
    • ►  Agustus (30)
    • ►  Juli (14)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (12)
    • ►  April (11)

Label

Hikmah Islam Nabi Sahabat

Pengikut

Teman Hikmah Teladan

  • Jangka Jawa
  • Kejawen Wetan
  • Obat Sakit 2011
  • Ponsel HP
  • Ruana Sagita
  • Tahtadun
  • Uswah Islam
  • violia sagita blog

Update Teman Hikmah Teladan

  • Obat Sakit 2011
    Obat Sakit Perut Melilit - Solusi Alami dan Medis yang Efektif - Sby, Juli 2026 Obat Sakit Perut Melilit: Solusi Alami dan Medis yang Efektif Obat sakit perut melilit lengkap! Temukan solusi alami (jahe, peppermint) dan m...
    19 jam yang lalu
  • Uswah Islam
    Salat Sunnah Muakad - Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Waktu Pelaksanaannya - Sby, Juli 2026 Salat Sunnah Muakad: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Waktu Pelaksanaannya Meta Description: Panduan lengkap salat sunnah muakad: Rawatib, Taha...
    1 hari yang lalu
  • Jangka Jawa
    Apa Makna Tembung "Lara" dalam Basa Jawa - Sby, Juli 2026 Dalam kosakata bahasa Jawa, "lara" bukan sekadar kata benda atau sifat yang menunjuk pada kondisi sakit fisik. Tembung ini menyimpan komplek...
    1 hari yang lalu
  • Ruana Sagita
    10 Peristiwa Sejarah Indonesia Paling Penting yang Mengubah Bangsa - Sby, Juli 2026 10 Peristiwa Sejarah Indonesia Paling Penting yang Mengubah Bangsa Meta Description: Pelajari 10 peristiwa sejarah Indonesia paling penting y...
    1 hari yang lalu
  • violia sagita blog
    10 Fakta Piala Dunia 2026 - Sepak Bola dengan 48 Tim dan Tiga Negara Tuan Rumah - Sby, Juli 2026 Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ini akan menjadi sejarah baru dalam dunia sepak bola internasional dengan berb...
    1 hari yang lalu
  • Kejawen Wetan
    Makna Becik Ketitik Ala Ketara - Filosofi Jawa tentang Kebaikan dan Karma Kehidupan - Sby, Juli 2026 Makna Becik Ketitik Ala Ketara: Filosofi Jawa tentang Kebaikan dan Karma Kehidupan Meta Description: Pelajari makna becik ketitik ala ketara,...
    1 hari yang lalu
  • Ponsel HP
    Daftar Harga HP Techno Juli 2026 di Indonesia - Berkualitas Harga Terjangkau - Sby, Juli 2026 Techno Mobile terus menjadi salah satu brand smartphone yang populer di Indonesia, terutama di segmen entry-level hingga mid-range. Dikenal ...
    1 hari yang lalu
  • Tahtadun
    Apakah Nabi Khidir Masih Hidup? Mengungkap Misteri Figur Misterius dalam Islam - Sby, 5 Juli 2026 - Tahtadun Nabi Khidir (atau Khidhr) adalah salah satu figur paling misterius dalam sejarah Islam. Kisahnya yang abadi dalam Al-Qur'an Sur...
    1 minggu yang lalu
Copyright © 2026 Hikmah Teladan - Powered by Blogger
Template by Mas Sugeng - Versi Seluler