Lur, sebagai petani Tulangan Sidoarjo, kadang kita minder: profesi petani itu kotor, panas, hasil tidak pasti. Padahal dalam Islam, petani itu profesi paling mulia, disebut langsung di Al-Quran dan Hadits, pahalanya mengalir terus bahkan setelah panen. Nabi Adam AS petani pertama, Nabi Yusuf penyelamat pangan, Rasulullah SAW juga bercocok tanam. Nah di artikel ini tak rangkum 7 hikmah profesi petani dalam Islam, biar sampean bangga jadi petani penyelamat pangan desa.
BROSUR HIKMAH PETANI ISLAMI:
Gambar 1. Petani Muslim di Sawah Tulangan Sidoarjo berdoa syukur di pagi hari - profesi petani adalah ibadah dan penyelamat pangan dalam Islam.
1. Petani Adalah Profesi Para Nabi - Paling Mulia
Nabi Adam AS adalah petani pertama, turun ke bumi langsung bercocok tanam. Nabi Nuh AS juga petani dan pembuat kapal penyelamat. Nabi Yusuf AS jadi Menteri Pangan penyelamat Mesir. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman lalu dimakan oleh manusia, hewan, atau burung, kecuali itu menjadi sedekah baginya" (HR Bukhari Muslim). Jadi setiap padi yang sampean tanam di Tulangan, dimakan tetangga, dimakan burung emprit, itu sedekah Lur, pahalanya jalan terus.
2. Bertani Adalah Ibadah dan Tawakal Paling Jelas
Petani itu paling tawakal. Kita cuma bisa tanam, siram, pupuk, tapi yang numbuhkan Allah. Beda sama kerja kantoran yang pasti gajian. Petani diajarkan tawakal, sabar, syukur. Allah berfirman di QS Al-Waqiah 63-64: "Maka terangkanlah kepadaku tentang benih yang kamu tanam. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya?" Ini pengingat, kita cuma ikhtiar, Allah yang kasih hasil. Jadi saat panen raya, syukur, saat gagal, sabar dan evaluasi, bukan ngeluh.
3. Petani Adalah Penyelamat Pangan Umat - Pahala Besar
Dalam Islam, memberi makan orang adalah amal paling mulia. Petani adalah penyelamat pangan. Kalau tidak ada petani Tulangan, warung Bu Sri tidak ada beras, orang Sidoarjo kelaparan. Nabi Yusuf jadi penyelamat karena jadi petani yang pinter simpan pangan. Rasulullah SAW mengajarkan simpan pangan untuk paceklik. Jadi profesi sampean ini bukan cuma cari uang, tapi jadi penyelamat perut umat. Satu karung gabah bisa jadi 1000 piring nasi, pahalanya berapa Lur?
4. Setiap Tetes Keringat Petani Adalah Jihad dan Penghapus Dosa
Bertani itu jihad Lur, panas-panasan, hujan-hujanan, lumpur-lumpuran. Rasulullah SAW pernah mencium tangan petani yang kasar dan berkata "Inilah tangan yang dicintai Allah". Keringat petani lebih wangi dari minyak wangi di sisi Allah karena halal. Capeknya petani menghapus dosa, seperti sabda Nabi: "Tidak ada yang menimpa Muslim berupa kelelahan, sakit, hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah hapus dosa-dosanya". Jadi kalau sampean capek nyangkul di sawah Tulangan, itu penghapus dosa.
5. Petani Diajarkan Zakat, Sedekah, dan Tidak Serakah
Islam atur petani harus zakat 5-10% kalau sudah nishab (sekitar 653 kg gabah). Ini biar harta bersih dan tidak serakah. Petani juga diajarkan tidak menimbun pangan berlebihan saat paceklik (ikhtikar haram). Nabi Yusuf saat jadi menteri tidak menimbun untuk kaya sendiri, tapi distribusi adil. Di Tulangan, kalau panen melimpah, jangan jual semua mahal-mahal, sisihkan buat zakat, buat tetangga yang gagal panen. Itu hikmah penyelamat.
6. Bertani Mengajarkan Sabar, Syukur, dan Dekat dengan Alam
Petani paling dekat dengan tanda-tanda kebesaran Allah: hujan, matahari, tanah, padi tumbuh dari kecil jadi kuning. Allah suruh kita tadabbur alam. Sabar menunggu 3 bulan panen, syukur saat hujan turun, ikhlas saat hama menyerang. Ini pelajaran tauhid yang tidak didapat di kantor AC. Anak-anak petani Tulangan biasanya lebih sabar dan tangguh, karena lihat Bapaknya sabar.
7. Rezeki Petani Halal, Berkah, dan Menghidupi Banyak Orang
Rezeki petani itu halal jelas, dari tanah sendiri, kerja sendiri. Berkah karena menghidupi: keluarga, tetangga, burung, cacing, bahkan tanahnya sendiri dapat manfaat. Rasulullah SAW suka makan dari hasil kebun sendiri. Petani yang jujur timbangan dan tidak pakai pupuk berbahaya, rezekinya berkah dunia akhirat. Di Tulangan, banyak petani naik haji dari hasil sawah, itu bukti berkah.
Jadi Lur, bangga jadi petani. Profesi sampean itu: profesi Nabi, ibadah, penyelamat pangan, jihad, penghapus dosa, dan sumber rezeki halal. Jangan minder, jangan jual sawah sembarangan. Rawat sawah Tulangan, jadi penyelamat pangan desa, insyaAllah sawah sampean jadi taman surga.
DISCLAIMER AGAMA
Admin pemerhati Islam dan warga Tulangan biasa. Bukan ustadz, bukan ulama, bukan ahli tafsir, bukan lulusan pesantren, bukan pemberi fatwa. Artikel ini adalah rangkuman edukasi umum dari Al-Quran, Hadits Bukhari Muslim, dan kisah Nabi untuk tujuan motivasi petani. Untuk tafsir resmi, hukum zakat pertanian, dan fatwa, silakan konsultasi kepada ustadz, kyai NU / Muhammadiyah, atau Penyuluh Agama KUA Tulangan Sidoarjo. Jika ada kekeliruan, mohon dikoreksi dengan adab dan dalil.
GLOSSARY
Tawakal: Berserah diri kepada Allah setelah ikhtiar maksimal.
Zakat Pertanian: Zakat hasil bumi 5% jika diairi, 10% jika tadah hujan, nishab 653 kg gabah.
Ikhtikar: Menimbun pangan untuk jual mahal saat paceklik, haram.
Jihad: Berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah, termasuk bertani halal.
Sedekah Jariyah: Sedekah yang pahalanya mengalir terus seperti tanaman dimakan orang.
Nishab: Batas minimal harta wajib zakat.
Penyelamat Pangan: Petani yang menjaga ketersediaan pangan umat.