Hikmah Teladan

Hikmah Teladan Umat Islam

  • Home
  • Sitemap
  • Pasang Iklan
Beranda » Hikmah » Kisah Nabi Ibrahim dan Patung

Kisah Nabi Ibrahim dan Patung

Nabi Ibrahim as sangatlah sedih karena Ayah yang sangat dikasihinya ternyata tak mau berhenti menyembah patung berhala.

Jelaslah Nabi Ibrahim ingin sekali melihat ayahnya berada dalam jalan yang benar, namun ia pun sadar sepenuhnya bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah. Bagaimana pun ia sepenuh hatinya berkehendak agar ayahnya mendapat hidayah, namun bila belum dikehendaki oleh Allah, maka sia-sialah keinginan dan usahanya.
Laporkan iklan ?

Nabi Ibrahim tidak henti-henti dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog tentang kepercayaan yang mereka anut dan ajaran yang ia bawa. Dan ternyata bahwa bila mereka sudah tidak berdaya menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan kebathilan kepercayaan mereka, maka dalil dan alasan yang usanglah yang mereka kemukakan yaitu bahwa mereka hanya meneruskan apa yang oleh bapak-bapak dan nenek moyang mereka lakukan. “Sekali pun kami tidak akan melepaskan kepercayaan dan agama yang telah diwariskan oleh nenek moyang kami,” ujar mereka.

“Ini sesat,” ujar Nabi Ibrahim.

Tapi kaumnya bergeming, tetap pada pendiriannya. Nabi Ibrahim pada akhirnya merasa tidak bermanfaat lagi berdebat dengan kaumnya yang berkepala batu. Sejenak, bapak para nabi itu kemudian merancang akan membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan yang nyata bahwa berhala-berhala dan patung-patung mereka betul-betul tidak berguna bagi mereka dan bahkan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Adalah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babylon bahwa setiap tahun mereka keluar kota beramai-ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai keramat. Berhari-hari mereka tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkemah dengan membawa bekal makanan dan minuman yang cukup. Mereka bersuka ria dan bersenang-senang sambil membiarkan kota-kota mereka kosong dan sunyi. Mereka berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai -ramai menghormati hari-hari suci itu. Nabi Ibrahim yang juga turut diajak turut serta berlagak berpura-pura sakit, dan diizinkanlah ia tinggal di rumah, apalagi mereka merasa khuatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mereka bila ia turut serta.

“Inilah kesempatan yang kunantikan,” ujar Nabi Ibrahim dalam hati. Kota sudah kosong ditinggalkan penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar apapun, kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan membawa sebuah kapak ditangannya, ia pergi menuju tempat peribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci, dan hanya deretan patung-patung yang terlihat di serambi tempat peribadatan itu. Sambil menunjuk kepada sembahan bunga-bunga dan makanan yang berada di setiap kaki patung, berkata Nabi Ibrahim, mengejek: “Hai berhala, mengapa kau tidak makan makanan yang lezat yang disaljikan untukmuini? Jawablah aku!”

Tentu saja tak ada jawaban. Patung itu hanya menatap kosong. Kemudian mulailah Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung itu dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu sedikitpun. Sebelum pergi, Nabi Ibrahim mengalungkan kapaknya pada leher berhala paling besar itu. Nabi Ibrahim memandangi lagi bongkahan patung-patung yang berserakan. Ia menghela nafas. Konon, pada awalnya, patung-patung itu dibangun atas nama budaya, seni, dan penghormatan pada orang-orang baik yang ada di daerah mereka. Kenyataannya, setelah banyak generasi hilang, kini patung itu menjadi sesembahan secara simbolis.

Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan melihat keadaan patung-patung mereka hancur berantakan dan menjadi potongan-potongan terserak-serak di atas lantai. Bertanyalah satu kepada yang lain dengan nada heran dan takjub, “Gerangan siapakah yang telah berani melakukan perbuatan yang jahat dan keji ini terhadap tuhan-tuhan sesembahan kita ini?”

Yang lain menjawab, “Ada kemungkinan bahwa orang yang selalu mengolok-olok dan mengejek kita yang bernama Ibrahim. Dialah yang melakukan perbuatan yang berani ini.”




Seorang yang lain menambah, “Bahkan dialah yang pasti berbuat, karena ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kita semua berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu.”

Selidik punya selidik, akhirnya terdapat kepastian bahwa Ibrahimlah yang merusak dan memusnahkan patung-patung itu. Rakyat kota beramai-ramai membicarakan kejadian yang dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dapat diampuni terhadap kepercayaan dan persembahan mereka. Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru, yang menuntut agar si pelaku diminta bertanggungjawaban dalam suatu pengadilan terbuka, di mana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.

Dan memang itulah yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim agar pengadilannya dilakukan secara terbuka di mana semua warga masyarakat turut menyaksikannya. Karena dengan cara demikian beliau dapat secara terselubung berdakwah, seraya menerangkan kebenaran agama dan kepercayaan yang ia bawa.

Hari pengadilan ditentukan dan datanglah rakyat dari segala pelosok berduyun-duyun mengujungi lapangan terbuka yang sudah disiapkan.

Ketika Nabi Ibrahim datang menghadap para hakim yang akan mengadili ia disambut oleh para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan sesembahan mereka.

Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh para hakim, “Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?”

Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim menjawab, “Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Cuba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya!”

Para hakim penanya terdiam sejenak seraya melihat yang satu kepada yang lainnya dan berbisik-bisik, mereka sadar bahwa Ibrahim sedang mengejek mereka. Kemudian berkatalah si hakim, “Engkau tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat berkata, mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya?”

Berkata Nabi Ibrahim kepada para hakim itu, “Jika demikian halnya, mengapa kalian sembah patung-patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kalian dengan kepercayaan dan persembahan kalian itu! Tidakkah kalia bisa berpikir dengan akal yang sehat bahwa sesembahan kalian ini adalah perbuatan yang keliru. Mengapa kalian tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kalian, menciptakan alam sekitar dan menguasai kalian di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan. Alangkah hina dinanya kalian dengan sesembahan kalian itu.”

Semua yang hadir terdiam. Lama sekali. Mereka kembali berpandangan. Sebuah kenyataan yang menyesakkan dada, namun harus mereka akui kebenarannya.

sumber: voa-islam.com
Tweet

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Hikmah Teladan. Berlangganan melalui email sekarang juga:

Artikel keren lainnya:

Ditulis oleh Violia Sagita pada tanggal Jumat, 17 Oktober 2014
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda

RSS Feeds Hikmah Teladan

  • RSS Feeds Hikmah Teladan

Postingan Populer

  • Hikmah 10 Muharam (Hari Asyura): Hari Penuh Berkah, Ampunan, dan Pelajaran Abadi
    Sby, Sabtu 11 Juli 2026 - Hikmah Teladan Hari ke-10 bulan Muharram, yang dikenal dengan Hari Asyura , adalah salah satu hari paling istimewa...
  • HIKMAH DI BALIK MISKIN: Pelajaran Hidup yang Tak Ternilai dari Kesederhanaan
    Sby, Sabtu 11 Juli 2026 - Hikmah Teladan Kemiskinan seringkali dipandang sebagai sesuatu yang negatif dan harus dihindari. Namun, di balik k...
  • HIKMAH DARI ZIKIR - Menemukan Kedamaian Hati Melalui Ingat kepada Allah SWT
    Sby, Juli 2026 Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh dengan tekanan dan kecemasan, hati manusia sering kali gelisah dan tidak te...
  • Hikmah Dibalik Iktikaf di Masjid: Transformasi Spiritual yang Mengubah Hidup
    Sby, Kamis 9 Juli 2026 - Hikmah Teladan Iktikaf bukan sekadar tradisi menginap di masjid. Di balik ibadah yang sering dilakukan di 10 hari t...
  • Hikmah Wafat Hari Jumat: Keutamaan dan Tanda Husnul Khotimah
    Sby, Kamis 9 Juli 2026 - Hikmah Teladan Hikmah Wafat Hari Jumat: Keutamaan dan Tanda Husnul Khotimah Hari Jumat merupakan hari yang istimewa...
  • Tanda-Tanda Wafat Husnul Khatimah: Panduan Lengkap Menurut Islam
    Sby, Jumat 10 Juli 2026 - Hikmah Teladan Setiap Muslim pasti berharap dapat mengakhiri kehidupannya dengan husnul khatimah (akhir yang baik)...
  • Hikmah Salat Berjamaah di Masjid: Membangun Ukhuwah, Meraih Pahala Berlipat
    Sby, Senin 6 Juli 2026 - Hikmah Teladan Salat berjamaah di masjid merupakan salah satu syiar Islam yang sangat dianjurkan. Bagi kaum muslimi...
  • 10 Hikmah Ayat Kursi - Rahasia Kedamaian dan Perlindungan Ilahi dalam Kehidupan Sehari-hari
    Sby, Juli 2026 Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan dan ketidakpastian, manusia senantiasa mencari ketenangan dan perli...
  • Sebutkan 10 Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar
    Sby, Juli 2026 Langsung saja ya temanku, ke arah poinnya tidak usah banyak tulisan melainkan hanya sedikit yang perlu ditulis sebagai pembuk...
  • Hikmah dari Sabar - Kekuatan Tersembunyi yang Mengubah Hidup
    Sby, Selasa 7 Juli 2026 - Hikmah Teladan Sabar adalah salah satu akhlak mulia yang sering kali dianggap remeh, namun memiliki kekuatan dahsy...

Arsip Blog

  • ►  2026 (53)
    • ►  Juli (29)
    • ►  Juni (19)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (24)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (10)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (7)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (29)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (11)
  • ▼  2014 (132)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (17)
    • ▼  Oktober (27)
      • Khalifah Umar bin Khattab Sangat Peduli
      • Ahok Katanya Dihujat Via Mimbar Masjid
      • Hadits Tentang Bahaya Keluar Saat Maghrib
      • Amalan Sesat Lain di Bulan Muharam
      • 15 Macam Tanda Kalau Bencana akan Segera Ditimpakan
      • Keunikan Demam pada Manusia
      • Hukum Gadai dalam Islam
      • Apakah Hukum Karma itu Ada?
      • Kisah Raja Iskandar Zulkarnain dari Romawi
      • Apa itu Khawarij dan 8 Ciri-Cirinya
      • Apa Hukum Selamatan Sesudah Pulang Haji
      • Para Pemimpin Penyesat Sangat Dikhawatirkan Nabi
      • Syiah Ajarkan Bahwa Abu Bakar dan Umar adalah Musu...
      • Kisah Nabi Ibrahim dan Patung
      • Semua Kyai NU Perbolehkan Hisap Rokok
      • Doa Agar Segera Dapat Jodoh
      • 5 Cara Menggapai Surga Lewat Pernikahan
      • Kapan Anak Perempuah Harus Memakai Jilbab
      • Kehebatan Surat Fush­shilat Ayat 26 Bikin Kagum
      • Bolehkah Shalat Gerhana Sendiri di Rumah
      • Apa Hukum Haji dari Harta Haram
      • Ahok Gugat Pedagang Hewan Qurban
      • 4 Nasehat Nabi SAW untuk Para Suami
      • Doa Menyembelih Hewan Kurban
      • 11 Aturan dan Adab Shalat Iedul Adha
      • Jenis Hewan Kurban yang Diperbolehkan
      • Selamat dari Kecelakaan Berkat Sedekah
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (19)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (66)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (16)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2012 (44)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (22)
  • ►  2011 (281)
    • ►  Desember (13)
    • ►  November (27)
    • ►  Oktober (22)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (21)
    • ►  Juli (18)
    • ►  Juni (31)
    • ►  Mei (31)
    • ►  April (32)
    • ►  Maret (21)
    • ►  Februari (24)
    • ►  Januari (33)
  • ►  2010 (160)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (25)
    • ►  September (28)
    • ►  Agustus (30)
    • ►  Juli (14)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (12)
    • ►  April (11)

Label

Hikmah Islam Nabi Sahabat

Pengikut

Teman Hikmah Teladan

  • Jangka Jawa
  • Kejawen Wetan
  • Obat Sakit 2011
  • Ponsel HP
  • Ruana Sagita
  • Tahtadun
  • Uswah Islam
  • violia sagita blog

Update Teman Hikmah Teladan

  • Obat Sakit 2011
    Obat Sakit Perut Melilit - Solusi Alami dan Medis yang Efektif - Sby, Juli 2026 Obat Sakit Perut Melilit: Solusi Alami dan Medis yang Efektif Obat sakit perut melilit lengkap! Temukan solusi alami (jahe, peppermint) dan m...
    19 jam yang lalu
  • Uswah Islam
    Salat Sunnah Muakad - Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Waktu Pelaksanaannya - Sby, Juli 2026 Salat Sunnah Muakad: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Waktu Pelaksanaannya Meta Description: Panduan lengkap salat sunnah muakad: Rawatib, Taha...
    1 hari yang lalu
  • Jangka Jawa
    Apa Makna Tembung "Lara" dalam Basa Jawa - Sby, Juli 2026 Dalam kosakata bahasa Jawa, "lara" bukan sekadar kata benda atau sifat yang menunjuk pada kondisi sakit fisik. Tembung ini menyimpan komplek...
    1 hari yang lalu
  • Ruana Sagita
    10 Peristiwa Sejarah Indonesia Paling Penting yang Mengubah Bangsa - Sby, Juli 2026 10 Peristiwa Sejarah Indonesia Paling Penting yang Mengubah Bangsa Meta Description: Pelajari 10 peristiwa sejarah Indonesia paling penting y...
    1 hari yang lalu
  • violia sagita blog
    10 Fakta Piala Dunia 2026 - Sepak Bola dengan 48 Tim dan Tiga Negara Tuan Rumah - Sby, Juli 2026 Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ini akan menjadi sejarah baru dalam dunia sepak bola internasional dengan berb...
    1 hari yang lalu
  • Kejawen Wetan
    Makna Becik Ketitik Ala Ketara - Filosofi Jawa tentang Kebaikan dan Karma Kehidupan - Sby, Juli 2026 Makna Becik Ketitik Ala Ketara: Filosofi Jawa tentang Kebaikan dan Karma Kehidupan Meta Description: Pelajari makna becik ketitik ala ketara,...
    1 hari yang lalu
  • Ponsel HP
    Daftar Harga HP Techno Juli 2026 di Indonesia - Berkualitas Harga Terjangkau - Sby, Juli 2026 Techno Mobile terus menjadi salah satu brand smartphone yang populer di Indonesia, terutama di segmen entry-level hingga mid-range. Dikenal ...
    1 hari yang lalu
  • Tahtadun
    Apakah Nabi Khidir Masih Hidup? Mengungkap Misteri Figur Misterius dalam Islam - Sby, 5 Juli 2026 - Tahtadun Nabi Khidir (atau Khidhr) adalah salah satu figur paling misterius dalam sejarah Islam. Kisahnya yang abadi dalam Al-Qur'an Sur...
    1 minggu yang lalu
Copyright © 2026 Hikmah Teladan - Powered by Blogger
Template by Mas Sugeng - Versi Seluler