Hikmah Teladan

Hikmah Teladan Umat Islam

  • Home
  • Sitemap
  • Pasang Iklan
Beranda » Islam » 2 Hal Saja Boleh Durhaka Kepada Orangtua

2 Hal Saja Boleh Durhaka Kepada Orangtua

Durhaka kepada orang tua adalah tindakan terlaknat yang membawa seseoran masuk kedalam kesuraman. Mengecewakan Abi dan Ummi merupakan prestasi buruk dalam hidup, karena membahagiakan mereka adalah kewajiban setiap putra dan putrinya.

Akan tetapi, dalam pandangan Islam, ada dua persoalan yang tidak termasuk durhaka kepada orang tua bila dilakukan, meskipun orang tua marah dan kecewa kepada sikap kita. Apakah dua persoalan itu?

2 Hal Saja Boleh Durhaka Kepada Orangtua


1. Memberikan Kesaksian Benar yang Memberatkan Orang Tua

Memberikan kesaksian benar yang memberatkan kedua orang tua, jika kedua rang tua itu memiliki tanggungan hak orang lain, bukan termasuk perilaku durhaka sama sekali, justru termasuk bentuk bakti kepada orang tua.

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan” (QS An Nisa[4]: 135).

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada para sahabatnya,

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim? Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.”

Maka bukanlah sebuah sikap durhaka kepada orang tua, bila kita mendapati diantara kedua orang tua kita ternyata melakukan sebuah kedustaan sedangkan kita tahu, maka wajib bagi kita untuk meluruskan, dan bila kita diminta untuk bersaksi bahwa kedua orang tua jelas berbohong, maka wajib seoarang anak berkata dengan benar, meski harus menyalahkan tindakan kedua orang tuanya.

Karena dalam Islam, membela sebuah kebenaran itu adalah kewajiban, selain itu dengan kita berkata benar, mekipun kedua orang tua kita marah, maka hakikatnya kita sedang menolong mereka dari kebinasaan.

Hanya saja, bagaimanapun salah orang tua kita bila jelas data dan fakta, sebaiknya seorang anak tetap memakai akhlak dan kalimat yang santun dalam memberikan sebuah kesaksian. Sebagai tanda bukti bahwa kita masih menghormati mereka sebagai anak kepada orang tuanya.



2. Meninggalkan Perintah Orang Tua demi Perintah Allah dan Rosul

Membela kebenaran adalah harga mati, kebanaran yang dimaksudkan adalah segala sesuatu yang datang dari wahyu Allah. Apabila hal ini terjadi pada kita, dimana orang tua lebih memilih pada kebatilan sedangkan kita berpihak pada kebenaran, maka wajib bagi kita untuk istiqomah dalam kebenaran.

Muslimah yang diperintah untuk mencopot jilbabnya, ikhwan yang dipaksa mencukur jenggotnya biar keliatan muda, pegawai yang dimarahi karena celananya mendadak cingkrang, atau dipaksa dipajang di depan para tamu di saat walimahan pernikahan.

Terlebih lagi bila orang tua memerintahkan untuk melakuan sebuah tindakan syirik atau mengajak pada pemahaman syirik untuk diyakini, maka hal seperti ini haram untuk diikuti. Di dalam kitab Al Quran, Allah -Ta’ala- menjelaskan hal ini dalam firman-Nya,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [العنكبوت/8]

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Ankabut : 8 )

Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [لقمان/14، 15]

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Aku akan beritakan kepadamu apa yang telah kalian kerjakan”.(QS. Luqman : 14-15)

Al-Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy -rahimahullah- berkata:

“Jika ketaatan kepada kedua orang tua tidak boleh dalam kondisi seperti ini, padahal keduanya memaksa sang anak, maka tidak bolehnya taat kepada keduanya (yakni, dalam maksiat), karena hanya sekedar permintaan mereka, tanpa ada paksaan adalah lebih utama. Digolongkan dalam permintaan kesyirikan oleh keduanya, seluruh kemaksiatan kepada Allah –Subhanahu-. Jadi, tak ada ketaatan kepada kedua orang tua dalam perkara kemaksiatan kepada Allah sebagaimana hal itu telah shohih dari Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-“. [Lihat Fathul Qodir (5/430)]

Bagaiaman pun tingginya kedudukan orang tua kita, maka seorang anak dilarang keras dalam agama untuk menaati mereka dalam perkara maksiat. Yakni, jika mereka menyuruh kita berbuat maksiat dan dosa, baik dipaksa atau tidak, maka haram hukumnya menaati mereka menurut agama!

Hal yang seperti ini sama hukumnya dengan pimpinan negara atau panglima pasukan. Jika mereka memerintahkan kita berbuat maksiat, maka tak boleh kita taati, siapapun dia!

Dari Ali bin Abi Tholib -radhiyallahu anhu- berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بَعَثَ جَيْشًا وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ رَجُلاً فَأَوْقَدَ نَارًا وَقَالَ ادْخُلُوهَا. فَأَرَادَ نَاسٌ أَنْ يَدْخُلُوهَا وَقَالَ الآخَرُونَ إِنَّا قَدْ فَرَرْنَا مِنْهَا. فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ لِلَّذِينَ أَرَادُوا أَنْ يَدْخُلُوهَا « لَوْ دَخَلْتُمُوهَا لَمْ تَزَالُوا فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ». وَقَالَ لِلآخَرِينَ قَوْلاً حَسَنًا وَقَالَ « لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ ».

“Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah mengirim pasukan dan mengangkat bagi mereka seorang pimpinan.Kemudian pimpinan itu menyalakan api seraya berkata, “Masukilah api itu!!”

Beberapa orang ingin masuk ke api itu. Yang lain lagi berkata, “Sesungguhnya kita itu lari dari api”.

Akhirnya, perkara itu dilaporkan kepada Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-. Kemudian Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda kepada orang-orang yang mau memasuki api itu,

“Andaikan kalian memasukinya, maka kalian akan terus berada dalam api itu sampai hari kiamat”.

Beliau mengucapkan ucapan yang baik kepada kelompok yang lain, seraya bersabda, “Tak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Allah.Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma’ruf”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (7257) dan Muslim dalam Shohih-nya (1840)]

sumber: voa-islam.com
Tweet

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Hikmah Teladan. Berlangganan melalui email sekarang juga:

Artikel keren lainnya:

Ditulis oleh Violia Sagita pada tanggal Rabu, 17 Desember 2014
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Lihat versi seluler

RSS Feeds Hikmah Teladan

  • RSS Feeds Hikmah Teladan

Postingan Populer

  • 3 Mukjizat "Tersembunyi" Nabi Idris as yang Menjadi Fondasi Peradaban Modern
    Jika ditanya tentang mukjizat Nabi Idris AS, 99% orang akan langsung menjawab: "Beliau diangkat ke langit" atau "Beliau bert...
  • Titik Balik Sejarah Islam "Perang Badar" dan Mukjizat di Padang Pasir
    Dalam lembaran sejarah peradaban dunia, jarang ada pertempuran yang begitu menentukan nasib sebuah agama dan peradaban seperti Perang Badar ...
  • Asal Usul Iblis | Dari Makhluk Mulia Menjadi Musuh Abadi Manusia
    Siapakah Iblis sebenarnya? Bagaimana awalnya makhluk yang dahulu mulia ini berubah menjadi musuh terbesar umat manusia? Simak kisah lengkapn...
  • Fakta dan Mitos: Urutan Tinggi Badan Para Nabi Menurut Islam
    Pernahkah Anda melihat daftar urutan tinggi badan para Nabi yang beredar di media sosial? Mulai dari Nabi Nuh yang dikatakan setinggi 15 met...
  • ASAL MULA WUDHU | Sejarah dan Hikmah di Balik Ritual Suci Umat Islam
    Surabaya, Juni 2026 | Hikmah Teladan PENDAHULUAN: Bersuci Sebelum Berjumpa Sang Pencipta Wudhu merupakan salah satu ritual ibadah yang sang...
  • Keutamaan, Hikmah dan Asal Mula Azan | Seruan Suci yang Menggema Sepanjang Masa
    Oleh: [ Hikmah Teladan ] Azan adalah seruan suci yang terdengar lima waktu sehari, mengajak umat Islam untuk menunaikan shalat berjamaah. Su...
  • HIKMAH PUASA MUHARAM: Keutamaan, Sejarah, dan Manfaat Spiritual di Bulan Suci Allah
    Sby, 25 uni 2026 - Hikmah Teladan Bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan suci) yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di ...
  • Asal Mula Iqamah | Sejarah, Hikmah, dan Perbedaannya dengan Azan
    Surabaya, Juni 2026 |  [ Hikmah Teladan ] Bagi umat Muslim, Azan dan Iqamah adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan shalat...
  • Pantangan Bulan Muharam | Mitos atau Fakta Syar'i
    Jakarta - Bulan Muharram sering dikaitkan dengan berbagai pantangan di masyarakat Indonesia. Mulai dari larangan menikah, bepergian jauh, h...
  • Hikmah Puasa: Transformasi Spiritual, Fisik, dan Sosial yang Mengubah Hidup
    Sb y, 29 Juni 2026 - Hikmah Teladan  Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam ma...

Arsip Blog

  • ►  2026 (23)
    • ►  Juni (18)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (24)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (10)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (7)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (29)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (11)
  • ▼  2014 (132)
    • ▼  Desember (10)
      • 5 Tips Sambut Tahun Baru Masehi
      • Isi Surat Nabi Muhammad SAW kepada Najasyi Ash-ham...
      • Hampir-Hampir Langit Pecah Karena Ucapan itu
      • Mencari Dalil Larangan Ucapan Selamat Natal
      • 2 Hal Saja Boleh Durhaka Kepada Orangtua
      • Hanya Satu Agama yang Benar, Islam
      • Kenapa Muslim Dilarang Memakai Atribut Natal
      • 2 Video Debat Nikah Beda Agama
      • Teruslah Berdoa Hingga Allah SWT Menjawab
      • 25 Dosa Istri Kepada Suami
    • ►  November (17)
    • ►  Oktober (27)
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (19)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (66)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (16)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2012 (44)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (22)
  • ►  2011 (281)
    • ►  Desember (13)
    • ►  November (27)
    • ►  Oktober (22)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (21)
    • ►  Juli (18)
    • ►  Juni (31)
    • ►  Mei (31)
    • ►  April (32)
    • ►  Maret (21)
    • ►  Februari (24)
    • ►  Januari (33)
  • ►  2010 (160)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (25)
    • ►  September (28)
    • ►  Agustus (30)
    • ►  Juli (14)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (12)
    • ►  April (11)

Label

Hikmah Islam Nabi Sahabat

Pengikut

Teman Hikmah Teladan

  • Jangka Jawa
  • Kejawen Wetan
  • Obat Sakit 2011
  • Ponsel HP
  • Ruana Sagita
  • Tahtadun
  • Uswah Islam
  • violia sagita blog

Update Teman Hikmah Teladan

  • Ruana Sagita
    Sejarah Sepak Bola: Dari Permainan Kuno Hingga Olahraga Terpopuler di Dunia - Sby, 29 Juni 2026 - Ruana Sagita Sepak bola, olahraga yang kini dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di lebih dari 200 negara, memiliki sejarah panjang...
    5 jam yang lalu
  • violia sagita blog
    Biodata Ajeng Febria: Penyanyi Dangdut Muda Berbakat Asal Blitar yang Sedang Naik Daun - Sby, 29 Juni 2026 - Violia Sagita Dunia musik dangdut Indonesia kembali kedatangan talenta muda yang menjanjikan. Namanya adalah Ajeng Febria, penyanyi dan...
    5 jam yang lalu
  • Kejawen Wetan
    Mengenal Bahasa Jawanya "Kejar": Ngoyak, Mburu, Nguber, Mbujeng dan Makna Filosofis di Baliknya - Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa daerah yang kaya akan kosakata dan nuansa makna. Ketika kita ingin mengungkapkan kata "kejar" dalam bahasa Indonesia, ...
    5 jam yang lalu
  • Obat Sakit 2011
    Obat Sakit Gigi Berlubang Paling Ampuh di Apotek untuk Dewasa - Sby, 29 Juni 2026 - Obat Sakit 2011 Sakit gigi berlubang memang sangat menyiksa dan bisa datang tiba-tiba, bahkan di malam hari. Ketika rasa nyeri berdenyut...
    5 jam yang lalu
  • Ponsel HP
    Motorola Edge 70 Pro+: Kelebihan Kekurangan Flagship Premium yang Mengesankan - Sby, 28 Juni 2026 - Ponsel HP Motorola kembali menghadirkan smartphone flagship yang patut diperhitungkan dengan meluncurkan Motorola Edge 70 Pro+. Sebagai ...
    1 hari yang lalu
  • Uswah Islam
    NAMA-NAMA PERIWAYAT HADITS TERKENAL: Mengenal Para Penjaga Warisan Rasulullah SAW - Sby, 27 Juni 2026 - Uswah Islam Dalam Islam, hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Quran. Hadits adalah segala perkataan, perbuatan, dan persetujua...
    1 hari yang lalu
  • Jangka Jawa
    Tegese Tembung Bangsa Sabrang - Bangsa sabrang tegese apa Tegese yaiku Bangsa manca Tegese Tembung Bangsa Sabrang
    3 hari yang lalu
  • Tahtadun
    Korek - Korek gas merk t-k-i Awet sih menurut saya Korek
    4 hari yang lalu
Copyright © 2015 Hikmah Teladan - Powered by Blogger
Template by Mas Sugeng - Versi Seluler