Hikmah Jadi Penjaga Warung Menurut Islam: Profesi Sepele Tapi Pahalanya Besar Jika Jujur
Jam 05.00 subuh, warung kelontong saya di Manyar Gresik sudah buka. Lampu LED Philips 18 watt nyala, padang sampai jam 22.00 malam. Banyak orang lewat bilang, "Cak, kerja apa? Jaga warung tok?" Kedengarannya sepele. Tidak pakai seragam, tidak pakai dasi, cuma jaga toples kerupuk dan kopi panas.
Padahal kalau direnungkan, profesi penjaga warung ini dalam sekali hikmahnya menurut Islam. Saya bukan ustadz, saya cuma penjaga warung yang laptopnya Toshiba Satellite L755 lawas, masih diganjal tutup botol Aqua biar adem. Tapi dari obrolan sama Pak Haji dan Mbah Kromo 78 tahun mantan malang (polisi desa zaman dulu, sekarang hansip), saya jadi paham kenapa Rasulullah dulu juga pedagang.
Di desa Manyar ini, warung itu bukan cuma tempat jual beli. Ini tempat orang titip cerita, tempat anak kecil jajan habis ngaji, tempat tukang proyek Manyar kayak Slamet ngopi sebelum berangkat. Kalau warung tutup, kampung rasanya sepi. Ono wong butuh, warung sing bukak.
Diary subuh ini tak tulis sebelum istirahat, mumpung kopi panas masih di meja. Saya rangkum hikmah jadi penjaga warung menurut Islam dengan dalil shahih, biar kita yang jaga warung desa tidak minder. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran.
3 Hikmah Mulia Penjaga Warung Dalam Islam
1. Pedagang Jujur Dijanjikan Bersama Nabi di Surga.
Ini dalil yang paling bikin merinding buat penjaga warung. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada pada hari kiamat." Referensi: HR. Tirmidzi No. 1209, hadits hasan, dishahihkan Al-Albani.
Jadi kalau kita jual gula tidak dikurangi, jual minyak tidak dioplos, tidak nipu timbangan, pahalanya sejajar dengan Nabi. Berat? Iya. Tapi pahalanya luar biasa. Di warung saya, kalau ada kembalian kurang 100 perak saja, saya kejar.
2. Menolong Tetangga dan Memudahkan Urusan Orang.
Warung buka jam 05.00-22.00 itu hakikatnya memudahkan urusan orang. Ada ibu butuh bawang jam 05.30, ada anak butuh buku tulis jam 21.00, kita ada.
Rasulullah bersabda: "Barangsiapa memudahkan urusan saudaranya, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat." Referensi: HR. Muslim No. 2699.
Dan Allah berfirman: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa." QS. Al-Maidah: 2.
Jaga warung itu termasuk tolong-menolong dalam kebaikan, asal niatnya lillah. Mbah Kromo bilang, jaga warung itu koyo jaga gedhogan (omahe jaran / kandang kuda / istal), kalau dijaga dengan ikhlas, yang punya senang.
3. Rezeki Halal dan Berkah, Bukan Banyaknya Tapi Berkahnya.
Islam sangat memuliakan rezeki halal dari hasil tangan sendiri. Rasulullah ditanya pekerjaan apa yang paling baik, beliau jawab: "Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (baik/jujur)." Referensi: HR. Ahmad No. 16628, hadits shahih.
Warung di Manyar Gresik is Yes lah, meski di desa, kalau rezekinya halal, anak istri makan halal, doanya mudah dikabulkan. Tidak perlu kaya raya, yang penting berkah, bisa buat ngaji, bisa buat sedekah udhik-udhik pas tedak siten.
Penutup: Warung Desa, Pahala Kota
Jam 05.20, kopi panas sudah mau habis. Langit Manyar mulai terang. Saya jadi tidak minder lagi jadi penjaga warung. Profesi ini bukan profesi buangan. Ini profesi para Nabi. Nabi Muhammad saja pedagang sebelum jadi Rasul.
Hikmahnya banyak: belajar sabar ngadepi pembeli cengeng, belajar jujur walau bisa curang, belajar sedekah walau untung tipis. Slamet kenek proyek bilang, "Cak, warung sampeyan itu kayak ATM kampung, selalu ada kalau dibutuhkan." Itu pujian paling mahal.
Semoga kita para penjaga warung di Manyar Gresik, di desa maupun di kota, dijaga kejujurannya, dilancarkan rezekinya, dan kelak dikumpulkan bersama pedagang jujur di surga. Aamiin. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran.
Catatan Kamus Leluhur Warung:
- Gedhogan = omahe jaran / kandang kuda / istal
- Malang = polisi desa zaman dulu, sekarang disebut hansip
Disclaimer Toko Manyar Gresik - Warung Kito: Saya bukan ustadz, bukan ahli agama, bukan lulusan pesantren. Saya hanya share artikel saja, penjaga warung kelontong di Manyar Gresik buka jam 05.00-22.00 dengan lampu LED Philips 18 watt, berharap jadi amal jariyah. Artikel hikmah penjaga warung menurut Islam ini ada campur tangan AI untuk membantu mengolah kata dan mencari referensi dalil, sudah saya cek dan edit sendiri. Dalil yang saya sebutkan merujuk pada HR. Tirmidzi No. 1209, HR. Muslim No. 2699, HR. Ahmad No. 16628, dan QS. Al-Maidah:2. Jika ada kekeliruan, mohon koreksi. Untuk kajian lebih dalam, silakan tanya ke ustadz di masjid Manyar terdekat.
Belum ada tanggapan untuk "Ternyata Sebesar Ini Pahalanya! Hikmah Profesi Penjaga Warung Menurut Islam — Nomor 2 Bikin Nangis"
Posting Komentar