Bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan suci) yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di bulan ini, terdapat sebuah amalan istimewa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yaitu puasa Tasu'a dan puasa Ashura yang jatuh pada tanggal 9 dan 10 Muharam.
Puasa Muharam memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Bahkan, setelah puasa Ramadhan, puasa di bulan Muharam merupakan puasa sunnah yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharam. Artikel ini akan mengupas tuntas tentang hikmah, keutamaan, sejarah, dan manfaat puasa Muharam yang jarang diketahui. Mari kita selami lebih dalam tentang amalan mulia ini dan bagaimana ia dapat meningkatkan kualitas spiritual kita sebagai seorang Muslim.
BAB I: PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM PUASA MUHARAM
1.1. Apa Itu Puasa Muharam?
Puasa Muharam adalah puasa sunnah yang dilaksanakan di bulan Muharam, khususnya pada tanggal 9 dan 10 Muharam. Puasa ini terdiri dari:
1. Puasa Tasu'a
- Dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam
- Kata "Tasu'a" berasal dari bahasa Arab yang berarti "sembilan"
2. Puasa Ashura
- Dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam
- Kata "Ashura" berasal dari kata "Asyrah" yang berarti "kesepuluh"
3. Puasa Terbaik
- Puasa sunnah paling utama setelah Ramadhan
- Disebut sebagai "Syahrullah" (Bulan Allah)
1.2. Dasar Hukum Puasa Muharam
Dalil Al-Quran:
Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."
Dalil Hadits:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah, Muharam." (HR. Muslim)
Dari Ibnu Abbas RA:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari Asyura, dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)
1.3. Hukum Puasa Muharam
Para ulama membagi puasa Muharam menjadi beberapa kategori:
1. Puasa Tanggal 10 Muharam (Ashura)
- Hukum: Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan)
- Dapat menghapus dosa setahun yang lalu
2. Puasa Tanggal 9 dan 10 Muharam
- Hukum: Sangat dianjurkan (afdhal)
- Untuk menyelisihi Yahudi dan Nasrani
3. Puasa Tanggal 10 dan 11 Muharam
- Juga dianjurkan sebagai alternatif
4. Puasa Tiga Hari (9, 10, 11 Muharam)
- Paling sempurna dan paling dianjurkan
BAB II: SEJARAH PUASA ASHURA
2.1. Puasa Ashura Sebelum Islam
Puasa Ashura sebenarnya telah dikenal sebelum datangnya Islam. Beberapa peristiwa penting terjadi pada tanggal 10 Muharam: 1. Zaman Nabi Musa AS
Dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata:
"Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya: 'Hari apa ini sehingga kalian berpuasa?' Mereka menjawab: 'Ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya. Maka Musa berpuasa sebagai bentuk syukur, dan kami pun berpuasa.' Rasulullah SAW bersabda: 'Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.' Maka beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajaran Penting:
- Hari Ashura adalah hari kemenangan kebenaran atas kezaliman
- Nabi Musa berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah
- Islam mengakui dan melanjutkan tradisi para nabi sebelumnya
2. Tradisi Arab Jahiliyah
Orang-orang Arab di masa Jahiliyah juga telah mengenal dan memuliakan hari Ashura. Mereka berpuasa pada hari ini dan menutupi Ka'bah dengan kain baru.
2.2. Puasa Ashura di Masa Rasulullah SAW
Fase-Fase Pensyariatan:
Fase 1: Di Makkah (Sebelum Hijrah)
- Rasulullah SAW sudah berpuasa Ashura di Makkah
- Saat itu belum ada perintah puasa Ramadhan
- Puasa Ashura bersifat sunnah, bukan wajib
Fase 2: Tahun Pertama Hijrah di Madinah
- Rasulullah SAW mendapati orang Yahudi berpuasa Ashura
- Beliau menegaskan bahwa umat Islam lebih berhak terhadap Nabi Musa
- Perintah puasa Ashura diperkuat
Fase 3: Tahun Kedua Hijrah
- Turun perintah wajib puasa Ramadhan
- Puasa Ashura menjadi sunnah (tidak wajib lagi)
- Rasulullah SAW tetap menganjurkan puasa Ashura
Fase 4: Menjelang Wafatnya Rasulullah
- Rasulullah SAW berniat untuk berpuasa tanggal 9 Muharam (Tasu'a)
- Untuk menyelisihi Yahudi yang hanya puasa tanggal 10
- Namun beliau wafat sebelum melaksanakan niat tersebut
2.3. Niat Menyimpang Yahudi dan Nasrani
Di akhir hayatnya, Rasulullah SAW berkeinginan untuk tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharam, tetapi juga menambah dengan tanggal 9 Muharam.
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Jika tahun depan (aku masih hidup), sungguh aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan (bersama hari kesepuluh)." (HR. Muslim)
- Menunjukkan identitas umat Islam yang berbeda
- Tidak meniru secara persis ibadah ahli kitab
- Menambah kehati-hatian dalam ibadah
- Bentuk ketaatan yang lebih sempurna
BAB III: KEUTAMAAN PUASA MUHARAM
3.1. Puasa Terbaik Setelah Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah, Muharam." (HR. Muslim)
Makna "Bulan Allah":
- Penyandaran bulan Muharam kepada Allah (Syahrullah) menunjukkan kemuliaan dan keistimewaannya
- Seperti penyandaran Baitullah (Rumah Allah) yang menunjukkan kemuliaan
- Menunjukkan bahwa bulan ini memiliki kedudukan khusus di sisi Allah
3.2. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Keutamaan yang paling luar biasa dari puasa Ashura adalah dapat menghapus dosa-dosa.
Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa hari Arafah aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Dan puasa hari Asyura aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Penjelasan Ulama:
Imam An-Nawawi berkata:
"Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun (sebelum dan sesudah), sedangkan puasa Ashura menghapus dosa satu tahun yang lalu. Ini menunjukkan keutamaan puasa Arafah lebih besar daripada puasa Ashura."
Syarat Pengampunan Dosa:
- Dosa yang dihapus adalah dosa kecil
- Untuk dosa besar, harus dengan taubat nasuha
- Harus menjauhi dosa-dosa besar
- Dilakukan dengan penuh keimanan dan harapan pahala
3.3. Bulan Haram yang Dimuliakan
Muharam adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah.
Dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda dalam khutbah Haji Wada':
"Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulan berurutan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab Mudhar yang terdapat antara Jumadil dan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim)
Keistimewaan Bulan Haram:
- Dosa dan pahala dilipatgandakan
- Dilarang berperang (pada masa awal Islam)
- Waktu yang mustajab untuk beribadah
- Bulan untuk introspeksi dan perbaikan diri
3.4. Bulan Penuh Berkah
Muharam adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah, yang menandai awal baru bagi umat Islam.
Makna Simbolis:
- Awal yang baru untuk memperbaiki diri
- Momentum untuk meningkatkan ketakwaan
- Waktu yang tepat untuk membuat resolusi Islami
- Bulan untuk memperbanyak amal shaleh
3.5. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Dengan berpuasa Muharam, kita mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan.
Dari Ibnu Abbas RA:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari Asyura." (HR. Bukhari)
BAB IV: HIKMAH PUASA MUHARAM
4.1. Hikmah Spiritual
1. Peningkatan Ketakwaan
Puasa Muharam di awal tahun menjadi momentum untuk:
- Meningkatkan kualitas ibadah
- Memperkuat hubungan dengan Allah
- Membersihkan hati dari dosa-dosa
- Memperbaharui komitmen untuk taat
2. Rasa Syukur kepada Allah
Seperti Nabi Musa yang berpuasa sebagai rasa syukur atas keselamatan dari Fir'aun, kita juga bersyukur atas:
- Nikmat iman dan Islam
- Nikmat keselamatan dan kesehatan
- Nikmat hidayah dan taufik
- Berbagai nikmat Allah lainnya
3. Penghapusan Dosa
Puasa Ashura menjadi sarana untuk:
- Membersihkan diri dari dosa-dosa kecil
- Mendapatkan ampunan Allah
- Memulai tahun baru dengan lembaran bersih
- Motivasi untuk tidak mengulangi dosa
4. Penguatan Identitas Muslim
Dengan menyelisihi Yahudi dan Nasrani, kita:
- Menegaskan identitas keislaman
- Tidak meniru secara membabi buta
- Menjaga kemurnian ajaran Islam
- Bangga dengan syariat sendiri
4.2. Hikmah Psikologis
1. Disiplin Diri
Puasa melatih:
- Kontrol diri yang lebih baik
- Kesabaran dalam menghadapi godaan
- Kemampuan menunda kepuasan
- Konsistensi dalam beribadah
2. Empati dan Kepedulian
Merasakan lapar dan haus membuat kita:
- Lebih peka terhadap penderitaan orang lain
- Termotivasi untuk berbagi dan bersedekah
- Menghargai nikmat yang dimiliki
- Tidak boros dan berlebihan
3. Kesehatan Mental
Puasa memberikan efek positif:
- Ketenangan jiwa
- Pengurangan stres
- Peningkatan fokus dan konsentrasi
- Perasaan puas secara spiritual
4.3. Hikmah Fisik dan Kesehatan
1. Detoksifikasi Tubuh
Puasa membantu:
- Membersihkan racun dari tubuh
- Istirahatkan sistem pencernaan
- Regenerasi sel-sel tubuh
- Meningkatkan sistem imun
2. Kesehatan Metabolik
Manfaat puasa untuk metabolisme:
- Menstabilkan gula darah
- Menurunkan kolesterol jahat
- Meningkatkan sensitivitas insulin
- Membantu penurunan berat badan
3. Kesehatan Jantung
Puasa baik untuk jantung:
- Menurunkan tekanan darah
- Mengurangi peradangan
- Meningkatkan kesehatan pembuluh darah
- Menurunkan risiko penyakit jantung
4. Longevity (Umur Panjang)
Penelitian menunjukkan:
- Puasa dapat memperpanjang umur
- Memperlambat proses penuaan
- Meningkatkan fungsi otak
- Mencegah penyakit degeneratif
4.4. Hikmah Sosial
1. Solidaritas Sosial
Puasa mengajarkan:
- Kepedulian terhadap fakir miskin
- Rasa persaudaraan sesama Muslim
- Berbagi kebahagiaan di bulan suci
- Mempererat silaturahmi
2. Pendidikan Karakter
Puasa membentuk:
- Kejujuran (karena hanya Allah yang tahu)
- Kesabaran dan ketabahan
- Rendah hati dan tidak sombong
- Tanggung jawab terhadap diri dan orang lain
3. Momentum Introspeksi
Awal tahun baru Islam menjadi waktu untuk: - Evaluasi diri setahun yang lalu
- Perbaikan untuk masa depan
- Membuat target-target kebaikan
- Komitmen untuk perubahan positif
BAB V: TATA CARA PUASA MUHARAM
5.1. Waktu Pelaksanaan
Pilihan-Pilihan Yang Dianjurkan:
1. Paling Utama: 9 dan 10 Muharam
- Berpuasa pada tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 (Ashura)
- Ini adalah yang paling dianjurkan menurut mayoritas ulama
- Untuk menyelisihi Yahudi
2. Alternatif: 10 dan 11 Muharam
- Bagi yang tidak bisa puasa tanggal 9
- Juga dianjurkan untuk menyelisihi Yahudi
3. Paling Sempurna: 9, 10, dan 11 Muharam
- Tiga hari berturut-turut
- Lebih hati-hati dan sempurna
- Mendapat keutamaan lebih besar
4. Hanya 10 Muharam
- Tetap dianjurkan jika tidak bisa tanggal lain
- Namun makruh menurut sebagian ulama jika sendirian
- Lebih baik ditambah satu hari sebelum atau sesudah
5.2. Niat Puasa
Waktu Niat:
- Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari
- Asalkan belum makan, minum, atau hal yang membatalkan sejak subuh
- Namun lebih utama niat di malam hari
Lafadz Niat Puasa Tasu'a (9 Muharam):
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati Tasu'a lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."
Lafadz Niat Puasa Ashura (10 Muharam):
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Ashura esok hari karena Allah SWT."
Niat di Siang Hari:
Jika ingin berpuasa di siang hari (setelah subuh belum makan/minum):
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Ashura hari ini karena Allah SWT."
5.3. Hal-Hal Yang Disunnahkan
1. Menyegerakan Berbuka
Setelah matahari terbenam, disunnahkan untuk segera berbuka.
2. Berbuka dengan Kurma atau Air
Dari Anas bin Malik RA:
"Nabi SAW berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering, beliau minum beberapa teguk air." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
3. Memperbanyak Doa
Hari Ashura adalah hari mustajab untuk berdoa.
4. Bersikap Dermawan
Disunnahkan untuk:
- Memperbanyak sedekah
- Memberi makan keluarga
- Menyantuni fakir miskin
- Berbagi kebahagiaan
5.4. Hal-Hal Yang Makruh
1. Hanya Puasa Tanggal 10 Saja
Menurut sebagian ulama, makruh jika hanya berpuasa tanggal 10 tanpa tanggal 9 atau 11, untuk menyelisihi Yahudi.
2. Berlebihan dalam Berbuka
Tidak boleh berlebihan saat berbuka puasa.
3. Maksiat dan Dosa
Puasa harus dijaga dari:
- Berkata dusta
- Berbuat maksiat
- Ghibah (menggunjing)
- Perbuatan sia-sia
5.5. Yang Membatalkan Puasa
Same seperti puasa pada umumnya:
- Makan dan minum dengan sengaja
- Hubungan suami istri di siang hari
- Haid dan nifas
- Muntah dengan sengaja
- Hilang akal (gila, pingsan, mabuk)
BAB VI: AMALAN-AMALAN LAIN DI BULAN MUHARAM
6.1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Selain tanggal 9 dan 10, dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharam, seperti:
- Puasa Senin-Kamis
- Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 setiap bulan)
- Puasa Dawud (sehari puasa, sehari tidak)
6.2. Memperbanyak Istighfar
Bulan Muharam adalah waktu yang tepat untuk:
- Memperbanyak istighfar
- Bertaubat nasuha
- Membersihkan diri dari dosa
- Memohon ampunan Allah
6.3. Memperbanyak Sedekah
Disunnahkan untuk:
- Bersedekah lebih banyak di bulan Muharam
- Memberi makan orang miskin
- Menyantuni anak yatim
- Berinfak di jalan Allah
6.4. Shalat Malam
Memperbanyak:
- Shalat Tahajud
- Shalat Hajat
- Shalat Taubat
- Shalat Dhuha
6.5. Membaca Al-Quran
- Memperbanyak tilawah Al-Quran
- Tadabbur dan memahami makna
- Menghafal ayat-ayat baru
- Mengkhatamkan Al-Quran
6.6. Silaturahmi
- Mempererat hubungan dengan keluarga
- Menyambung tali persaudaraan
- Memaafkan kesalahan orang lain
- Memperbaiki hubungan yang retak
BAB VII: KISAH-KISAH TELADAN DI HARI ASHURA
7.1. Keselamatan Nabi Musa AS
Kisah paling masyhur tentang hari Ashura adalah keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.
Kronologi Peristiwa:
- Perintah Allah kepada Musa:
Allah memerintahkan Nabi Musa untuk membawa Bani Israil keluar dari Mesir di malam hari.
- Kejaran Fir'aun:
Fir'aun dan tentaranya mengejar Bani Israil hingga sampai di Laut Merah.
- Mukjizat Pembelian Laut:
Atas perintah Allah, Nabi Musa memukul laut dengan tongkatnya, dan laut terbelah menjadi dua.
- Keselamatan Bani Israil:
Bani Israil menyeberangi laut dengan selamat melalui jalan yang kering.
- Tenggelamnya Fir'aun:
Ketika Fir'aun dan tentaranya mengikuti, laut kembali menyatu dan mereka semua tenggelam.
Pelajaran dari Kisah Ini:
- Allah selalu menolong orang yang beriman
- Kebenaran akan menang atas kezaliman
- Pertolongan Allah datang di saat yang paling sulit
- Pentingnya rasa syukur atas nikmat Allah
7.2. Peristiwa-Peristiwa Lain di Hari Ashura
Para ulama menyebutkan beberapa peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 10 Muharam:
- Taubat Nabi Adam AS diterima
- Nabi Ibrahim AS selamat dari api Namrud
- Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan
- Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara
- Nabi Ayyub AS disembuhkan dari penyakitnya
Meskipun sebagian riwayat ini dhaif, namun menunjukkan kemuliaan hari Ashura.
BAB VIII: PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN
8.1. Apakah Puasa Ashura Wajib?
Jawaban:
Tidak, puasa Ashura hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib.
Awalnya di tahun pertama hijrah, puasa Ashura sempat diwajibkan. Namun setelah turun perintah puasa Ramadhan, hukumnya menjadi sunnah.
8.2. Bolehkah Hanya Puasa Tanggal 10 Saja?
Jawaban:
Boleh, namun menurut sebagian ulama makruh jika hanya tanggal 10 saja tanpa tanggal 9 atau 11.
Lebih baik:
- Puasa 9 dan 10, atau
- Puasa 10 dan 11, atau
- Puasa 9, 10, dan 11
8.3. Bagaimana Jika Lupa Niat di Malam Hari?
Jawaban:
Untuk puasa sunnah, boleh niat di siang hari asalkan:
- Belum makan, minum, atau hal yang membatalkan sejak subuh
- Niat sebelum zawal (tergelincir matahari/zhuhur)
8.4. Apakah Puasa Ashura Menggantikan Puasa Ramadhan?
Jawaban:
Tidak. Puasa Ashura adalah puasa sunnah yang terpisah dari puasa Ramadhan. Ia tidak bisa menggantikan puasa Ramadhan yang ditinggalkan.
8.5. Berapa Kali Pahala Yang Didapat?
Jawaban:
Allah menjanjikan pahala berlipat ganda untuk puasa Muharram. Hadits menyebutkan puasa Ashura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Namun jumlah pasti pahala hanya Allah yang tahu.
8.6. Bolehkah Wanita Haid Mengqadha Puasa Ashura?
Jawaban:
Wanita yang haid tidak boleh berpuasa. Setelah suci, ia boleh berpuasa sunnah namun tidak ada kewajiban mengqadha puasa Ashura karena hukumnya sunnah, bukan wajib.
BAB IX: TANDA-TANDA DIKABULKANNYA PUASA
9.1. Perubahan ke Arah yang Lebih Baik
Tanda puasa kita bermanfaat dan diterima Allah:
- Ada perubahan perilaku ke arah lebih baik
- Meningkatnya ketakwaan
- Berkurangnya maksiat
- Semangat beribadah meningkat
9.2. Hati Menjadi Lebih Tenang
- Merasakan ketenangan jiwa
- Lebih sabar menghadapi ujian
- Mudah bersyukur
- Hati lembut dan mudah teringat Allah
9.3. Dimudahkan dalam Beribadah
- Ibadah terasa ringan
- Semangat membaca Al-Quran
- Rajin shalat malam
- Gemar bersedekah
9.4. Dijauhkan dari Maksiat
- Terjaga dari godaan maksiat
- Malu untuk berbuat dosa
- Segera bertaubat jika tergelincir
- Istiqomah dalam ketaatan
PENUTUP: MOMENTUM PERUBAHAN DI AWAL TAHUN
Bulan Muharam adalah momentum yang sangat tepat untuk memulai perubahan positif dalam hidup kita. Puasa Tasu'a dan Ashura bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sarana untuk:
1. Membersihkan Diri
- Dari dosa-dosa yang lalu
- Dari kebiasaan buruk
- Dari sifat-sifat tercela
2. Memperbaharui Komitmen
- Untuk lebih taat kepada Allah
- Untuk memperbaiki kualitas ibadah
- Untuk menjadi Muslim yang lebih baik
3. Meningkatkan Ketakwaan
- Dengan memperbanyak amal shaleh
- Dengan menjauhi maksiat
- Dengan istiqomah dalam ketaatan
4. Meraih Cinta Allah
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan." (HR. Muslim)
Puasa adalah ibadah yang Allah sandarkan kepada diri-Nya dalam hadits qudsi:
"Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ajakan untuk Beramal:
Marilah kita manfaatkan bulan Muharam ini dengan sebaik-baiknya:
- Perbanyak puasa sunnah
- Tingkatkan kualitas ibadah
- Perbanyak istighfar dan taubat
- Memperbanyak sedekah
- Menjaga silaturahmi
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Muharam ini dan terimalah amal ibadah kami. Jadikanlah tahun ini tahun yang penuh berkah, kemenangan, dan peningkatan iman bagi kami. Ampunilah dosa-dosa kami yang lalu dan lindungilah kami dari maksiat di masa yang akan datang."
Selamat Menunaikan Puasa Tasu'a dan Ashura. Semoga Allah Menerima Amal Ibadah Kita. Aamiin.
Referensi:
- Al-Quran Al-Karim
- Shahih Bukhari
- Shahih Muslim
- Sunan Abu Dawud
- Jami' At-Tirmidzi
- Sunan An-Nasa'i
- Sunan Ibnu Majah
- Musnad Ahmad
- Tafsir Ibnu Katsir
- Fiqih Sunnah - Sayyid Sabiq
- Riyadhus Shalihin - Imam Nawawi
- Bulughul Maram - Ibnu Hajar Al-Asqalani