Pernahkah Anda melihat daftar urutan tinggi badan para Nabi yang beredar di media sosial? Mulai dari Nabi Nuh yang dikatakan setinggi 15 meter, hingga Nabi Muhammad SAW yang disebut-sebut memiliki tinggi badan spesifik dalam satuan meter?
Sebagai umat Islam, kita tentu penasaran dengan fisik para utusan Allah yang mulia ini. Namun, sebelum kita menelan mentah-mentah informasi tersebut, kita perlu menelisiknya melalui kacamata hadis sahih dan kajian Islam yang valid.
Faktanya, Islam sangat berhati-hati dalam meriwayatkan fisik para Nabi. Mari kita kupas tuntas fakta sebenarnya tentang tinggi badan para Nabi menurut sumber Islam yang terpercaya!
1. Satu-satunya Nabi dengan Ukuran Tinggi yang Shahih: Nabi Adam AS
Dalam literatur Islam yang paling otentik (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim), hanya satu Nabi yang disebutkan secara eksplisit ukuran tinggi badannya, yaitu Nabi Adam AS.
Rasulullah SAW bersabda:
"Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta. Kemudian manusia terus-menerus berkurang tingginya hingga sekarang." (HR. Bukhari no. 3326 dan Muslim no. 2841)
Berapa meter tingginya?
- 1 hasta (zira') dalam ukuran standar syariat adalah sekitar 45 cm hingga 50 cm (jarak dari siku hingga ujung jari tengah).
- Jika 60 hasta dikalikan 45-50 cm, maka tinggi Nabi Adam AS adalah sekitar 27 hingga 30 meter!
Ini menunjukkan kemuliaan ciptaan Allah di awal penciptaan manusia. Namun, hadis ini juga menegaskan bahwa tinggi badan manusia (dan para Nabi setelah Adam) terus mengalami penurunan dari generasi ke generasi.
2. Bagaimana dengan Tinggi Badan Nabi-Nabi Lainnya?
Lantas, apakah ada hadis sahih yang menyebutkan tinggi badan Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, atau Muhammad secara pasti dalam angka?
Jawabannya: TIDAK ADA.
Mayoritas ulama hadis dan ahli sejarah Islam sepakat bahwa tidak ada riwayat shahih (valid) yang merinci tinggi badan para Nabi selain Nabi Adam AS.
Namun, kita tetap memiliki deskripsi fisik umum yang diriwayatkan secara sahih tentang beberapa Nabi:
🌟 Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW digambarkan memiliki postur tubuh yang sangat proporsional. Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, namun cenderung tinggi jika berada di tengah kerumunan.
"Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik parasnya dan paling baik tubuhnya. Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak (pula) terlalu pendek." (HR. Bukhari dan Muslim)
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah SAW tingginya sedang (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek), namun beliau lebih tinggi dari orang-orang yang berpakaian dua helai (gamis) dan lebih pendek dari orang yang berpakaian jubah panjang." (HR. Ahmad)
🌟 Nabi Musa AS
Nabi Musa AS dikenal memiliki fisik yang sangat kuat, gagah, dan tinggi. Dalam beberapa riwayat yang shahih, beliau digambarkan memiliki postur yang sangat berwibawa dan kekar, sesuai dengan tugas berat yang diembannya menghadapi Fir'aun.
🌟 Nabi Isa AS
Nabi Isa AS digambarkan memiliki tinggi badan yang sedang (average).
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda saat Isra' Mi'raj: "Lalu aku bertemu dengan Isa... dia adalah orang yang sedang tingginya, berkulit merah putih..." (HR. Bukhari)
3. Bahaya Hoaks dan Riwayat "Isra'iliyyat"
Jika Anda menemukan daftar seperti ini di internet:
- Nabi Nuh: 15 meter
- Nabi Ibrahim: 12 meter
- Nabi Yusuf: 10 meter
- Nabi Muhammad: 8 meter
Hati-hati! Itu adalah MITOS dan HOAKS.
Angka-angka tersebut berasal dari riwayat Isra'iliyyat (kisah-kisah dari tradisi Yahudi dan Nasrani yang masuk ke dalam kitab-kitab sejarah Islam klasik) atau riwayat Dhaif (lemah) bahkan Maudhu' (palsu).
Dalam kaidah ilmu hadis, meriwayatkan kisah-kisah Bani Israil (Isra'iliyyat) tanpa verifikasi diperbolehkan hanya sebagai tambahan informasi (mutaba'at), TIDAK BOLEH dijadikan sebagai dalil pasti atau fakta mutlak, terutama jika bertentangan dengan prinsip bahwa tidak ada angka pasti yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.
4. Hikmah di Balik Penurunan Tinggi Badan Manusia
Mengapa Allah dan Rasul-Nya mengabarkan bahwa manusia diciptakan setinggi 30 meter (Nabi Adam) dan terus menyusut hingga sekarang? Para ulama menyebutkan beberapa hikmah:
- Ujian Kesabaran dan Adaptasi: Manusia diturunkan ke bumi dengan fisik yang terus melemah dan mengecil sebagai bentuk ujian dan adaptasi terhadap kehidupan dunia.
- Bukti Kebenaran Hadis: Penurunan tinggi badan manusia dari zaman ke zaman (bisa dilihat dari fosil atau perbandingan rata-rata tinggi badan manusia purba vs modern) adalah bukti mukjizat ilmiah dari hadis Nabi yang diucapkan 1400 tahun lalu.
- Fisik Bukan Penentu Kemuliaan: Allah menurunkan tinggi badan manusia untuk menegaskan bahwa kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari fisik, melainkan dari ketakwaan. Nabi Muhammad SAW yang berpostur sedang, adalah makhluk paling mulia di sisi Allah.
5. Kesimpulan: Fokus pada Akhlak, Bukan Angka
Sebagai umat Islam, kita harus cerdas dalam menyaring informasi keagamaan. Mengklaim tinggi badan para Nabi dengan angka pasti tanpa dasar hadis yang sahih adalah bentuk kedustaan atas nama agama.
Yang perlu kita teladani dari para Nabi bukanlah seberapa tinggi badan mereka, melainkan:
- Tinggi iman mereka kepada Allah.
- Tinggi akhlak dan kesabaran mereka dalam berdakwah.
- Tinggi derajat mereka di sisi Allah SWT.
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu." (QS. Al-Hujurat: 13)
Disclaimer: Artikel ini ditulis berdasarkan kajian hadis sahih (Bukhari, Muslim, Tirmidzi) dan pendapat para ulama hadis. Untuk informasi lebih mendalam, silakan merujuk pada kitab-kitab syarah hadis yang terpercaya.